Curhat Perajin Tahu di Tegal: Terpaksa Kurangi Produksi Ketimbang Tutup

Imam Suripto - detikJateng
Jumat, 30 Sep 2022 12:32 WIB
Perajin tahu di kota Tegal terancam gulung tikar dan memilih mengurangi produksi. Hal ini imbas harga kedelai tembus Rp 12.700 per kilogram
Perajin tahu di kota Tegal terancam gulung tikar dan memilih mengurangi produksi. Hal ini imbas harga kedelai tembus Rp 12.700 per kilogram (Foto: Imam Suripto/detikJateng)
Kota Tegal -

Perajin tahu rumahan di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan tingginya harga kedelai yang mencapai Rp 12.700/kg. Para perajin tahu dan tempe rumahan pun terancam gulung tikar jika kedelai tak kunjung turun.

Kenaikan harga itu dikeluhkan Jazuli (44), perajin tahu asal Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Dia menyebut kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp 10 ribu menjadi Rp 12.700 per kilogramnya.

"Sangat berdampak sekali, karena harga kedelai tiap hari naik. Harga kedelai sekarang mencapai Rp 12.700 per kilo. Sebelum kenaikkan BBM bahkan sudah mulai ada kenaikan, dari Rp 10 ribu, naik terus sampai kenaikan BBM sampai mencapai Rp 12.700," keluh Jazuli ditemui di tempat pembuatan tahu, Jumat (30/9/2022).


Beberapa perajin tahu di Kota Bahari ini, kata Jazuli, bahkan ada yang berhenti produksi. Sementara, perajin lain masih tetap bertahan meski kerap mengalami kerugian. Dia pun terpaksa terus beroperasi karena tak ada pekerjaan lain.

"Kalau teman-teman lain sudah banyak yang tutup. Tapi kalau saya ikut ikutan tutup nanti bagaimana, tidak ada pekerjaan lain," terangnya.

Untuk bisa bertahan, saat ini Jazuli mengurangi jumlah produksi karena mahalnya harga kedelai. Sebelumnya dia bsia memproduksi 100 kg tahu per hari kini dia hanya memproduksi sebanyak 35 kg per hari atau turun sebanyak 65 persen.

Demi mempertahankan usaha rumahan ini, Jazuli mengaku tidak berani menaikkan harga jual tahunya. Jazuli bahkan belum berani mengurangi ukuran tahu yang diproduksinya.

"Terus terang belum berani menaikkan harga atau mengurangi ukuran tahu. Sementara kurangi dulu produksinya dulu, jangan banyak-banyak," sebut Jazuli.

Jazuli mengaku menjual tahunya Rp 700 per biji. Dia belum berencana untuk menaikkan harga jual kecuali terpaksa.

"Ya terpaksa naikkan harga tahu kalau kedelai tidak turun. Habis mau bagaimana lagi," ucapnya.

Selain biaya produksi yang membengkak, sebagian perajin tahu di kota tegal masih kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenis premium. BBM tersebut dibutuhkan untuk menghidupkan mesin giling kedelai.

"Sehari butuh 4 liter untuk dua mesin giling. Kalau beli eceran, jelas nambah ongkos lagi," pungkas dia.



Simak Video "Zulhas Sebut Bulog Mau Impor 350 Ribu Ton untuk Tekan Harga Kedelai"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/sip)