Harga Sawi Anjlok, Petani Magelang Sedekahkan Hasil Panen

Harga Sawi Anjlok, Petani Magelang Sedekahkan Hasil Panen

Eko Susanto - detikJateng
Selasa, 23 Agu 2022 15:50 WIB
Suasana panen sayuran yang disedekahkan di lereng Merbabu, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (23/8/2022).
Suasana panen sayuran yang disedekahkan di lereng Merbabu, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (23/8/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Harga sayuran jenis sawi di pasaran wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, anjlok. Petani pun memilih menyedekahkan hasil panen sayuran.

Pantauan detikJateng, sayuran yang disedekahkan petani wilayah lereng Gunung Merbabu tersebut meliputi sawi putih dan sawi sendok. Hasil panen sayur ini dibawa mobil pikap dan minibus kemudian dibagikan ke warga hingga pondok pesantren yang membutuhkan.

Salah satu petani, Slamet (46) warga Dusun Wates, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, mengatakan harga sawi putih saat ini Rp 200 per kilogram. Rendahnya harga jual ini membuatnya enggan membawa hasil panen ke pasar.


"Harga itu (Rp 200/kg) kalau dibawa ke Pasar Ngablak ya rugi bensin, ya rugi tenaga. Kalau sawi centhul masih bisa Rp 300 sampai Rp 400," kata Slamet saat ditemui di sela-sela petik sawi putih yang dilakukan relawan dan personel SAR Grabag, Selasa (23/8/2022).

Bagi petani, lanjutnya, harga normal sawi putih di pasaran per kilo sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu. Dengan harga tersebut petani bisa meraih untung. Sedangkan untuk sawi sendok idealnya bisa Rp 7 ribu/kg.

"(Disedekahkan) Daripada dibuang di pinggir-pinggir jalan kalau ada yang mau memanfaatkan. Kami sangat senang masih ada yang memanfaatkan," tuturnya.

Suasana panen sayuran yang disedekahkan di lereng Merbabu, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (23/8/2022).Suasana panen sayuran yang disedekahkan di lereng Merbabu, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (23/8/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Di lahan seluas 600 meter persegi tersebut ditanami tumpang sari. Selain sawi putih juga ada tanaman kubis.

"Harga murah sudah berlangsung sekitar 40 hari. Kalau tanaman seperti ini (sawi putih) nggak bisa ditunggu sampai tua. Ini semestinya 50 hari sudah dipanen," ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala Dusun Denokan, Wasidi, mengatakan harga sayuran yang saat ini masih mahal hanya cabai.

"Harga sawi sendok saat ini per kilo di bawah Rp 500. Harga segitu untuk biaya panen saja kurang," tuturnya di sela-sela panen di lahannya.

"Ya sedekah nggak apa-apa daripada dibuang sia-sia," lanjutnya.

Koordinator petik sayur dari relawan Grabag, Sodikin, mengatakan para relawan mendengar keluh kesah petani di seputaran Ngablak, Pakis, dan sekitarnya. Di mana saat ini harga sayuran terutama sawi putih dan sawi sendok murah.

"Kita memanfaatkan momen saja daripada dibuang (sayuran) sayang. Kita terpanggil untuk memanfaatkan sayur yang tidak laku dipetik, kemudian disedekahkan ke pondok-pondok pesantren seputaran Grabag dan sekitarnya. Kemudian kepada warga masyarakat yang membutuhkan," kata Sodikin.

Aksi petik sayur tersebut, kata dia, sudah berlangsung sejak 10 hari yang lalu.

"Saya bilang petani sendiri merasa terbantu. Paling tidak ada yang metik, ada yang menyalurkan. Adanya relawan ini petani juga terbantu dan secara tidak langsung karena bagi-bagi ke pondok pesantren, ke masyarakat, mereka menyampaikan ucapan terima kasih. Kemudian, mendoakan kalau panen semoga hasil baik dan laku," pungkasnya.



Simak Video " Anak di Magelang Racuni Keluarga Pakai Sianida"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/apl)