Jogja

Ribuan Perusahaan di Bantul Belum Pekerjakan Penyandang Disabilitas

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 18 Agu 2022 16:59 WIB
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widiastuti (paling kiri).
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widiastuti (paling kiri). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng.
Bantul -

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul menyebut dari ribuan perusahaan swasta yang wajib lapor baru 16 perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Untuk itu, Disnakertrans meminta perusahaan agar membuka kesempatan bekerja untuk penyandang disabilitas.

"Total perusahaan sesuai wajib lapor sekitar 1.900, dan baru 16 perusahaan yang membuka lapangan kerja untuk disabilitas," kata Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti kepada wartawan di Bantul, Kamis (18/8/2022).

Dari jumlah tersebut, Istirul mengungkapkan belum semua formasi pekerjaan terisi. Menurutnya, hal itu kemungkinan karena para penyandang disabilitas minim akan informasi.


"Jumlah pekerja naik turun, tapi teman-teman disabilitas belum mengisi mungkin karena minimnya informasi karena itu kita masifkan penyuluhan dan sosialisasi," ucapnya.

Selain itu, dia juga tengah berupaya mendorong perusahaan swasta maupun negeri untuk bisa mempekerjakan penyandang disabilitas. Hal itu sesuai Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menyebut perusahaan swasta wajib mempekerjakan penyandang disabilitas dengan porsi satu persen.

"Karena itu kita terus dorong perusahaan di Bantul untuk membuka peluang bagi penyandang disabilitas," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan. Program tersebut memiliki tujuan untuk memberikan informasi serta membantu penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Bumi Projotamansari.

"Pogram itu sejatinya bertujuan untuk memastikan agar perusahaan bisa benar-benar menerapkan aturan pemerintah pusat terkait dengan pemenuhan hak-hak disabilitas di bidang ketenagakerjaan," ujarnya.

Karena itu, pihaknya juga menggandeng perusahaan-perusahaan melalui Human Resource Development (HRD) agar bisa menyediakan lowongan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Kami ingin menyamakan persepsi dengan perusahaan untuk mengimplementasikan kebijakan yang ada (terkait hak-hak disabilitas di bidang ketenagakerjaan). Karena sudah ada amanat dari tingkat pemerintah pusat dan daerah," katanya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya agar perusahaan-perusahaan di Bantul benar-benar menerapkan peraturan tersebut. Harapannya, Bantul bisa benar-benar mengimplementasikan kabupaten yang layak anak ramah perempuan dan disabilitas.

"Kami pastikan akan hitung dan data perusahaan di Bantul. Apakah sudah benar-benar menyediakan porsi satu persen karyawan yang difabel," katanya.



Simak Video "Diterjang Gelombang Pasang, Puluhan Lapak di Pantai Depok Bantul Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/ahr)