Kelapa Jumbo Upat-upat dari Magelang, Segini Ukurannya

Kelapa Jumbo Upat-upat dari Magelang, Segini Ukurannya

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 21 Jul 2022 08:40 WIB
Kelapa upat-upat di Desa Banyuadem, Magelang, Rabu (20/7/2022).
Kelapa upat-upat di Desa Banyuadem, Magelang, Rabu (20/7/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Kelapa berukuran jumbo tumbuh di Kabupaten Magelang. Dikenal bernama kelapa upat-upat, jenis kelapa ini kini dalam penelitian Kementerian Pertanian.

Kelapa berukuran besar ini sekarang dikembangkan di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Wilayah ini berada di lereng Gunung Merapi.

Secara kasat mata kelapa ini ukuran buah lebih besar jika dibandingkan dengan kelapa pada umumnya. Oleh warga setempat kelapa ini dikenal bernama upat-upat.


Kepala Desa Banyuadem, Supriyadi, mengatakan penemu kelapa upat-upat ini bernama Martorejo yang saat ini sudah meninggal. Dulunya Martorejo menjadi kamituwo atau kasi pemerintahan desa.

"Itu menjabat dikira-kira tahun 1920. Dia punya kelapa besar ini berjumlah empat pohon, terus ketujuh anaknya disuruh menanam sembilan bibit. Jadi di sini (awalnya) ada 63 pohon," kata Supriyadi saat ditemui di kantornya, Rabu (20/7/2022).

Saat ini pohon kelapa upat-upat telah berkembang menjadi ratusan. Sebanyak 436 pohon kelapa upat-upat didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi pembibitan dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Kelapa upat-upat ini juga telah diteliti Balai Penelitian Tanaman Palma Kementerian Pertanian.

"Peneliti berjumlah 63 orang yang meneliti dari garis besar kelapa (diameter), beratnya air, beratnya daging. Contoh diteliti 2 hari tanggal 6-7 Juli 2022 disimpulkan kelapa besar atau kelapa upat-upat di Kabupaten Magelang ini yang paling berat mencapai 960 gram daging buah yang terkecil 500 gram," katanya.

Sementara itu Camat Srumbung, Budi Riyanto, mengatakan setelah mendapat sertifikasi nantinya bibit kelapa upat-upat akan dimasukkan dalam e-katalog agar bisa dipasarkan secara luar. Pihak Desa Banyuadem akan bekerja sama dengan desa lain untuk pembibitan.

"Nanti kalau ada yang mencari bibit muncul yang ini (e katalog). Nanti dikhawatirkan permintaan sangat banyak makanya ke depan dan sekarang bekerja sama dengan Kepala Desa Jerukagung dan Kepala Desa Ngablak untuk penanaman bibit kelapa ini," katanya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...