Di Rapimnas KPPU, Ganjar Bicara Stabilkan Harga Cabai-Bawang Merah

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Kamis, 14 Jul 2022 18:46 WIB
cabai rawit di surabaya
Ilustrasi cabai (Foto: Esti Widiyana)
Solo -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Solo. Dia juga berbicara mengenai pengendalian inflasi, salah satunya dengan cara menstabilkan harga bahan pangan seperti cabai dan bawang merah.

"Saya ceritakan inflasi di luar gede-gede banget, kecuali Tiongkok. Indonesia sudah alert, sudah merah. Kita mesti terjun melakukan reaksi atau respons terhadap kondisi ini, seperti bawang merah, cabai. Ini on going kita lakukan operasi pasar," ujar Ganjar usai pembukaan Rapimnas KPPU di Hotel Alila Solo, Kamis (14/7/2022).

Menurutnya, KPPU memiliki peran penting dalam menstabilkan harga komoditas dan akhirnya bisa mengendalikan laju inflasi. Antara lain dengan memberi rekomendasi pemerintah untuk membuat kebijakan yang tepat agar persaingan usaha berjalan dengan sehat.


"KPPU bisa memberikan review secara struktural bagaimana sebenarnya persaingan usaha yang terjadi ini membikin dunia usaha sehat, tidak saling memakan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar mengaku membuka diri jika memang selama ini ada kebijakannya perlu diubah agar persaingan usaha semakin adil.

"Kami senang jika ada masukan atau rekomendasi. Kita harapkan ada feedback ke depan. Kalau datanya bagus bisa buat masukan ke kita, kebijakan bisa kita review," katanya.

Sementara itu, Ketua KPPU Ukay Karyadi mengatakan Rapimnas ini membahas beberapa hal. Salah satu yang diprioritaskan ialah pengawasan usaha terkait bahan pangan, seperti minyak goreng, cabai dan bawang merah.

"Seperti minyak goreng ini ada masalah mengenai industrinya. Karena 70 persen usaha minyak goreng dikuasai lima pemain besar," kata Ukay.

"Kemudian kalau cabai dan bawang merah itu ada masalah di penyimpanannya. Bagaimana pedagang atau petani nantinya punya tempat penyimpanan yang bagus agar bahan pangan awet, sehingga tidak kalah dengan supermarket. Dengan demikian, barang ini tidak dijual murah karena cepat rusak," imbuhnya.

Ukay mengatakan Rapimnas ini juga akan melihat kebijakan pemerintah apakah sudah sesuai dengan kebutuhan para pebisnis.

"Kita ditantang Pak Ganjar untuk me-review kebijakan, mana yang sudah harus diubah menyesuaikan kondisi saat ini," pungkasnya.



Simak Video "Jelang Idul Adha Harga Cabai Hingga Bawang di Tasikmalaya Meroket"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)