2 Ribuan Sapi di Rembang Positif PMK dalam 18 Hari

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Senin, 13 Jun 2022 17:33 WIB
Sebanyak 550 ekor sapi dari NTT tiba di Pelabuhan Tanjung Priok untuk didistribusikan ke wilayah Jabodetabek hari ini untuk kebutuhan Idul Adha.
Ilustrasi sapi. (Foto: Pradita Utama)
Rembang -

Menjelang hari kurban atau hari raya Idul Adha, kasus ternak sapi yang positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Rembang melonjak drastis. Data Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, kasus sapi kena PMK mencapai 2.000-an ekor dalam 18 hari.

"Data per Kamis (26/5) tercatat 106 ekor sapi yang positif PMK, sedangkan hari ini (13/6) jadi 2.524 ekor," kata Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto saat dihubungi detikJateng, Senin (13/6/2022).

Selain pertambahan jumlah ternak terpapar PMK, wilayah penularannya pun meluas ke 13 kecamatan, dari semula yang hanya di delapan kecamatan. Di Kabupaten Rembang total ada 14 kecamatan.


"Satu kecamatan (nol kasus PMK) Kecamatan Lasem," ungkapnya.

Sementara itu dari jumlah total sapi terjangkit PMK, lanjutnya, baru 78 ekor yang sudah dipastikan sembuh. Sementara tujuh ekor di antaranya mati dan 24 ekor dijagalkan.

Disinggung upaya pengobatan, Agus mengatakan hingga kini stok obat untuk mengatasi PMK yang disiapkan pemerintah lewat dana APBD sudah habis. Sehingga biaya pengobatan untuk sekarang ini dibebankan kepada peternak.

"Untuk awal-awal kasus disubsidi, tapi saat ini kita kehabisan obat dari APBD, sehingga agar layanan tetap jalan, obat dibebankan peternak. Untuk jasa petugas kita gratiskan. Tarif maksimal Rp 50 ribu atau sesuai obat yang di-treatment-kan," jelasnya.

Berkaitan dengan menjelang hari kurban atau Idul Adha, Agus mengaku telah melakukan upaya secara khusus. Sehingga nantinya hewan yang dipakai kurban aman dari virus PMK.

"Ini sedang tahap pendataan kebutuhan hewan kurban dan stok di lapangan. Kamis (2/6) besok, kami akan koordinasi lintas-sektor untuk persiapan Idul Adha," ujarnya.

"Desa kita minta bantuan berperan aktif membantu peternak dari sisi pencegahan. Misal penyemprotan, sosialisasi ke peternak, mencegah lalu lintas ternak di desa, dan pendataan," imbuhnya.



Simak Video "Ini Tata Cara Vaksinasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)