Muncul 2.300 Start Up Baru di Indonesia, Kadin: Prospek Cerah Ekonomi Digital

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Selasa, 29 Mar 2022 14:04 WIB
Acara Digitalisasi Nusantara Expo dan Summit 2022 di Edutorium UMS, Selasa (29/3/2022).
Acara Digitalisasi Nusantara Expo dan Summit 2022 di Edutorium UMS, Selasa (29/3/2022). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Sukoharjo -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat kemunculan 2.300 perusahaan rintisan berbasis teknologi (start up) baru. Pertumbuhan ini diyakini sebagai bukti perkembangan ekonomi digital Indonesia memiliki prospek cerah.

Ketua Kadin, Arsjad Rasjid, mengatakan bahkan saat ini sudah ada 12 start up yang sudah berada di level unicorn. Hal tersebut dia sampaikan dalam pembukaan Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022 di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hari ini.

"Cerahnya prospek ekonomi digital Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan start up. Di mana sudah bertambah sekitar 2.300 perusahaan rintisan atau start up di Indonesia. Dengan 12 start up yang telah menjadi perusahaan unicorn Indonesia, malahan lebih besar lagi," kata Arsjad Rasjid yang hadir secara virtual, Selasa (29/3/2022).

Namun demikian, dia menyebut masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Sebab saat ini internet di Tanah Air masih belum merata.

"Saat ini masih terjadi kesenjangan transformasi digital antara masyarakat perkotaan dan pedesaan karena ketidakmerataan infrastruktur komunikasi dan internet. Walaupun pemerintah terus melaksanakan proses dari para pembangunan dari infrastruktur komunikasi yang nantinya akan melakukan konektivitas terhadap seluruh daerah di indonesia," ujar dia.

Selain itu, digitalisasi juga masih belum banyak merambah ke usaha mikro kecil menengah (UMKM). Baru 26 persen UMKM di Indonesia yang sudah masuk ekosistem digital.

"Dari segi transformasi bisnis menuju digital, baru terdapat 26 persen dari total usaha mikro kecil menengah yang telah masuk ekosistem digital. Ini suatu PR kita semua," katanya.

Meski demikian, angka pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dirasa cukup membanggakan. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus berkembang pesat dalam tiga tahun ke depan.

"Total pengguna internet Indonesia mencapai sekitar 202 juta pengguna, telah berkontribusi dalam nilai ekonomi digital pada 2021 sebesar USD 70 miliar. Bahkan nilai pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai USD 146 miliar," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengapresiasi Kadin Indonesia atas penyelenggaraan DNES 2022 yang dihadiri 500 pemerintah daerah. Ada 41 booth perusahaan digital yang memamerkan produknya dalam acara tersebut.

Gibran berharap acara ini mampu mengakselerasi transformasi dan implementasi teknologi digital yang akan membangun daya kompetitif daerah dan daya saing nasional. Selain itu, pemanfaatan teknologi diyakini dapat mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.

"Digitalisasi ini menjadi kekuatan untuk bersaing dalam kancah perdagangan yang kompetitif. Terlebih di era pandemi ini semua pelaku perdagangan, baik UMKM maupun pedagang besar dituntut memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya. Memanfaatkan marketplace dan fasilitas keuangan digital menjadi hal wajib bagi pengusaha sebagai bentuk adaptasi new normal," pungkasnya.



Simak Video "Sederet Hal yang Terungkap dari Pemotor Kena Tilang ETLE di Persawahan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)