Bank Jateng Akan Libatkan KPK dalam RUPS Tahunan, Ada Apa?

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 12:06 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Semarang -

PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2022 pada pekan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diagendakan bakal ikut hadir memberikan materi yang disiarkan secara daring.

Acara itu akan digelar di Kantor Bank Jateng, Jalan Pemuda, Semarang pada Jumat (28/1) besok. Sejumlah agenda disiapkan yaitu persetujuan laporan tahunan direksi, persetujuan penambahan modal disetor, persetujuan penggunaan laba bersih, penunjukkan akuntan publik dan kantor akuntan publik, dan lainnya.

Usai acara RUPST, digelar webinar yang dibuka Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan narasumber Kepala PPATK, Direktur Wilayah III Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK RI. Tema yang diangkat yaitu 'Mengenal Tindak Pidana Pencucian Uang di Dunia Perbankan' dan 'Implementasi Non Cash Transaction Pemda dan Penerapan GCG'.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan pihaknya memang sengaja menggandeng KPK dalam beberapa kegiatan sejak 2017. Hal itu untuk mencegah berbagai pelanggaran.

"Sejak 2017, kami mengundang KPK untuk mencegah terjadinya pelanggaran (fraud) di Bank Jateng," kata Supriyatno dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Selain mencegah potensi gratifikasi dan kriminalisasi kebijakan, isu strategis lainnya yaitu kredit macet. KPK juga membantu dalam penagihan kepada debitur nakal.

"Alhamdulillah, debitur yang dipanggil KPK akhirnya menyelesaikan kewajiban ke Bank Jateng," ujarnya.

Untuk diketahui, Bank Jateng masih dalam kondisi sehat meski dilanda pandemi COVID-19 yang sudah terjadi sekitar dua tahun. Laba usaha tahun 2021 juga meningkat 12,81 persen dibanding tahun 2020 atau senilai Rp 1,74 triliun.

Penyaluran kredit juga tumbuh 2,78 persen year on year, menjadi Rp 52,53 triliun, serta Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 10,80 persen menjadi Rp 65,35 triliun. Total aset Bank Jateng juga meningkat 9,91 persen menjadi Rp 80,35 triliun.

Rasio dana murah (CASA) terhadap DPK meningkat dari 53,59 persen pada Desember 2020 menjadi 56,93 persen di tahun 2021. Sementara rasio penyaluran kredit terhadap DPK atau LDR (loan to deposit ratio) sebesar 80,38 persen turun dari Desember 2020 sebesar 86,66 persen.

Penurunan rasio LDR tersebut lebih disebabkan oleh masih rendahnya permintaan kredit sebagai dampak pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Berkat kepercayaan pemegang saham dan masyarakat, termasuk pengawasan oleh OJK, Bank Jateng sejak tahun 2018 mampu mempertahankan predikat sebagai Bank Sehat," tutup Supriyatno.



Simak Video "Bank Jateng Gandeng KPK Tagih Kredit, 35 Debitur Nakal Siap Ngangsur"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)