Marak Razia Knalpot Brong, Perajin di Purbalingga Keluhkan Omzet Turun

Vandi Romadhon - detikJateng
Rabu, 19 Jan 2022 17:08 WIB
Aktivitas pembuatan knalpot brong di Purbalingga
Aktivitas pembuatan knalpot brong di Purbalingga (Foto: Vandi Romadhon/detikJateng)
Purbalingga -

Para perajin knalpot di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengalami penurunan penjualan secara signifikan. Hal itu merupakan dampak dari maraknya razia yang menyasar para pengguna knalpot brong.

"Dampaknya (razia knalpot brong) besar banget, nyatanya barang dijual di toko dan toko tidak berani mengeluarkan jadi toko belum ngambil lagi ke kami," kata Penasihat Asosiasi Perajin Knalpot Purbalingga (Apik Bangga) Agung Sudrajat kepada detikJateng, Selasa (18/1/2022).

Agung menyebut penjualan knalpot di Purbalingga sempat membaik saat pandemi COVID-19 melandai. Namun dengan maraknya razia di berbagai daerah, penjualan produk knalpotnya kembali mengalami penurunan.

"Sempat membaik meskipun belum bisa dikatakan stabil, mungkin karena pandemi melandai. Tapi ini dengan adanya razia di daerah-daerah penurunan penjualan kami sampai kisaran 50 persen," ujarnya.

Agung mengatakan biasanya saat normal penjualan knalpot brong dari Kabupaten Purbalingga mencapai 3 ribu sampai 7 ribu unit per harinya. Jumlah itu diproduksi ratusan perajin knalpot di daerahnya.

"Kalau normal seharinya 3 sampai 7 ribu unit, sesuai data yang tercatat di kami ada 300-an perajin knalpot tapi kalau yang tercatat di Disperindagkop Purbalingga ada 700-an pengrajin," ucapnya.

Agung menyebut persoalan razia knalpot brong perlu dikomunikasikan dengan para pelaku industri. Sebab, ada perbedaan persepsi antara polisi dengan perajin terkait hal ini.

"Kami merasa ada kerancuan yang perlu diluruskan sehingga produk kami tidak semua dianggap salah dan layak dirazia. Perajin dalam membuat knalpot acuannya desibel (kebisingan) dan emisi, sedangkan polisi acuannya undang-undang kelayakan jalan," terangnya.

Dia mengklaim para perajin di daerahnya sudah menaati ambang kebisingan dalam membuat produk. Agung berharap razia polisi juga detail dan tidak hanya melihat bentuk knalpot yang berbeda dari buatan pabrikan.

"Kalau saya nggak apa-apa knalpot brong dirazia tapi silakan dicek desibelnya bener nggak? Kan gitu," tuturnya.

Agung menambahkan, Apik Bangga akan bertemu dengan Satlantas Polres Purbalingga pada Kamis (20/1). Tujuannya untuk meminta penjelasan terkait maraknya razia knalpot brong.

"Kamis kami akan ada pertemuan untuk memperjelas terkait produksi, karena ini urusan nasib para pengrajin maka perlu diperjelas," tutupnya.



Simak Video "Unik! Patung Ikan Ini Dibuat dari Knalpot Brong Sitaan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/rih)