Aksi Heroik Mbah Sugini Usir Macan Pemangsa Ternak Pakai Sandal

Aksi Heroik Mbah Sugini Usir Macan Pemangsa Ternak Pakai Sandal

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 23 Okt 2026 06:35 WIB
Ternak kambing warga Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, mati diserang warga, Rabi (21/10/2026).
Ternak kambing warga Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, mati diserang warga, Rabu (21/10/2026). Foto: Dok. Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo
Solo -

Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Mbah Sugini melakukan aksi heroik saat sesosok hewan buas seperti macan kumbang masuk ke rumahnya. Ia mengusir binatang itu dengan sandal.

Cucu Sugini, Rizal (20), mengungkapkan hewan yang diyakini macan kumbang itu sempat masuk ke rumah mbahnya di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

"Mbah kan lagi di kamar, lalu mendengar suara suara kucing menggeram kok gak berhenti-berhenti. Padahal sudah digedor-gedor (membuat suara untuk menakut-nakuti kucing)," kata Rizal ditemui di rumahnya, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu mbah keluar kamar ada hewan besar itu. Terus ambil sandal dilempar pakai sandal macannya, panik lalu mau lompat jendela sini (jendela dapur yang ada kaca putih). Karena nggak bisa keluar lewat jendela ini, lalu dilempar sandal lagi, panik (lari ke arah kandang sapi), memecahkan kaca jendela (di dekat kandang sapi), lalu kabur," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Rizal yang mendengar suara gaduh kemudian mengecek ruang dapur. Saat itu, jarum jam menunjukkan sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu (21/10).

Ia mendapati neneknya tengah membersihkan pecahan kaca jendela.

Ungkap Ciri-ciri Hewan Buas

Mbah Sugini membersihkan kaca sambil mengatakan kepada cucunya itu ciri-ciri binatang yang masuk ke rumah.

"Saya cek nenek saya dia malah lagi bersihin pecahan kaca. Bilang ada hewan masuk, ada taringnya, ekornya panjang, besar. Mbah santai karena mungkin tidak tahu kalau itu macan ya," ucapnya.

"Ciri-cirinya ekornya panjang, besarnya sekitar sekambing. Saat itu lampunya kan mati. Saat mau lari kayak ngancem menggeram gitu, lalu menunjukkan giginya, dilihatkan ada taringnya. Visualnya hitam, ekor panjang, gigi putih ada taring," imbuhnya.

Rizal memperkirakan macan tersebut masuk ke dalam rumah melalui pintu penghubung di antara kandang sapi dan kambing.

"Perkiraan masuk rumah lewat pintu ini (penghubung kandang kambing dan kandang sapi). Sebelumnya pintu terbuka setengah. Sepertinya nyerang kambing dulu. Gigit di leher, terus masuk rumah hingga ke dapur," tuturnya.

Dapati 2 Kambingnya Sekarat

Rizal kemudian memeriksa hewan ternaknya, dan didapati seekor kambingnya sekarat di kandang. Sementara anak kambingnya tidak apa-apa. Di kandang itu terdapat dua ekor kambing.

"Saya cek lihat kambing sudah sekarat. Saya panggil tetangga yang kayak tukang jagal. Terus dibawa dua-duanya. Ada gigitan cukup dalam (pada leher kambing) induknya. Saat dibawa sudah sekarat, anaknya masih kuat saat saya angkat," ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pintu dan kaca rumahnya diperkuat dengan bambu. Dia mengaku baru kali ini ada satwa liar ke permukiman di kampungnya.

Sementara itu, satwa liar itu juga menyerang tiga kambing milik Setu. Rumahnya berada di bawah rumah Rizal, berjarak satu rumah.

"Kambing saya di kandang ada lima. Yang diserang tiga, mati semua. Yang dua (bangkainya) masih di kandang, yang satunya di bawah turun (ke arah jurang belakang rumah)," kata Setu.

Dia sama sekali tidak mengetahui jika kambingnya di serang hewan buas. Padahal kandang kambing itu berada di belakang rumah. Dia baru mengetahui pagi harinya, saat hendak memberi makan kambing.

"Kondisinya masih utuh, cuma dibunuh saja. Digigit di lehernya. Yang satu ekor yang dibawa ke bawah itu diseret gitu, kemarin bekasnya masih ada," ucapnya.

Dia memperkirakan, hewan liar itu masuk lewat celah lubang kandang. Namun dia tidak mengetahui jenis satwa liar apa yang menyerang kambingnya.

Tiga ekor kambingnya yang mati kini dikubur. Sementara dua ekor kambingnya yang masih hidup dijual seharga Rp 2 juta.

Kondisi pagar kambingnya kini telah diperkuat, dan dia juga menutup lubang pada kandang sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, kamera trap juga telah dipasang untuk memantau kondisi di sekitar kandang.

5 Kambing Mati

Diberitakan sebelumnya, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lereng Lawu, membuat hewan buas turun gunung. Sedikitnya lima kambing milik warga di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar mati diduga diserang macan

"Pokoknya ada ternak yang mati, entah diserang macan atau apa, pokoknya mati. Ada gigitan. Ada lima kambing, di dalam kandang semua," kata Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo, saat dihubungi detikJateng, Rabu (21/10).

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, bersama Polsek, Koramil, dan perangkat desa, menyelidiki matinya lima kambing milik warga di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

"Belum dipastikan satwa liar apa yang menggigit kambing, karena tidak ada orang yang melihat secara langsung. Diduga itu satwa liar, tapi belum bisa dipastikan," kata Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah, Sudadi, saat dihubungi awak media, Rabu (21/10).

Lihat juga Video 'Ngeri! Detik-detik Macan Kumbang Satroni Permukiman Warga di Batang':

Halaman 2 dari 2
(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads