Warga mengungkap ciri-ciri hewan buas yang memangsa kambing milik di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Hewan liar tersebut berwarna hitam, bertaring, berekor panjang sebagaimana ciri macan kumbang.
"Ciri-cirinya ekornya panjang, besarnya sekitar sekambing. Saat itu lampunya kan mati. Saat mau lari kayak ngancem menggeram gitu, lalu menunjukkan giginya, dilihatkan ada taringnya. Visualnya hitam, ekor panjang, gigi putih ada taring," terang kata Rizal saat ditemui awak media di rumahnya, Kamis (22/10/2026).
Rizal menambahkan, macan tersebut sempat masuk ke dalam rumah melalui pintu penghubung antara kandang sapi dan kambing. Kemudian, macan menyerang kambing dan kabur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkiraan masuk rumah lewat pintu ini (penghubung kandang kambing dan kandang sapi). Sebelumnya pintu terbuka setengah. Sepertinya nyerang kambing dulu. Gigit di leher, terus masuk rumah hingga ke dapur," tuturnya.
Sebagai gambaran, rumah Rizal terdapat beberapa bagian. Bagian paling belakang adalah kandang kambing, yang di tengahnya ada pintu yang menghubungkan ruang yang dijadikan kandang sapi.
Kandang sapi itu memiliki jendela di sisi ruangan yang mana jendela bagian tengah kacanya sudah pecah setengah. Lalu ada pintu yang menghubungkan ke dapur dan kamar Mbah Sugini.
Masuknya macan ke rumah diketahui Mbah Sugini yang tengah beristirahat di kamar. Rizal menyampaikan, Mbah Sugini terganggu suara kucing menggeram di dapur. Meski berusaha mengusir dengan membuat suara gaduh, suara kucing itu masih terus muncul, sehingga dia keluar kamar.
"Lalu mbah keluar kamar ada hewan besar itu. Terus ambil sandal dilempar pakai sandal macannya, panik lalu mau lompat jendela sini (jendela dapur yang ada kaca putih). Karena gak bisa keluar lewat jendela ini, lalu dilempar sandal lagi, panik (lari ke arah kandang sapi), memecahkan kaca jendela (di dekat kandang sapi), lalu kabur," jelasnya.
Rizal kemudian mengecek kambingnya, dan didapati kambing induk sudah sekarat, sementara satu ekor anak kambing masih cukup kuat. Sapinya sama sekali tidak diserang.
Mengetahui kambingnya sekarat, dia memanggil tetangganya yang juga tukang jagal kambing. Saat dicek, ada bekas gigitan pada bagian leher kambing tersebut. Kedua ekor kambingnya kini dibawa oleh tetangganya.
Sebagai langkah antisipasi, pintu dan kaca rumahnya diperkuat dengan bambu. Dia mengaku baru kali ini ada satwa liar ke pemukiman di kampungnya.
Sementara itu, satwa liar itu juga menyerang tiga kambing milik Setu. Rumahnya berada di bawah rumah Rizal, berjarak satu rumah.
"Kambing saya di kandang ada lima. Yang diserang tiga, mati semua. Yang dua (bangkainya) masih di kandang, yang satunya dibawah turun (ke arah jurang belakang rumah)," kata Setu.
Dia sama sekali tidak mengetahui jika kambingnya di serang hewan buas. Padahal kandang kambing itu berada di belakang rumah. Dia baru mengetahui pagi harinya, saat hendak memberi makan kambing.
"Kondisinya masih utuh, cuma dibunuh saja. Digigit di lehernya. Yang satu ekor yang dibawa ke bawah itu diseret gitu, kemarin bekasnya masih ada," ucapnya.
Dia memperkirakan, hewan liar itu masuk lewat celah lubang kandang. Namun dia tidak mengetahui jenis satwa liar apa yang menyerang kambingnya.
Tiga ekor kambingnya yang mati kini dikubur. Sementara dua ekor kambingnya yang masih hidup dijual seharga Rp 2 juta.
Kondisi pagar kambingnya kini telah diperkuat, dan dia juga menutup lubang pada kandang sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, kamera trap juga telah dipasang untuk memantau kondisi di sekitar kandang.
Diberitakan sebelumnya, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lereng Lawu, membuat hewan buas turun gunung. Sedikitnya lima kambing milik warga di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar mati diduga diserang macan
"Pokoknya ada ternak yang mati, entah diserang macan atau apa, pokoknya mati. Ada gigitan. Ada lima kambing, di dalam kandang semua," kata Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo, saat dihubungi detikJateng, Rabu (21/10).
Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, bersama Polsek, Koramil, dan perangkat desa, menyelidiki matinya lima kambing milik warga di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
"Belum dipastikan satwa liar apa yang menggigit kambing, karena tidak ada orang yang melihat secara langsung. Diduga itu satwa liar, tapi belum bisa dipastikan," kata Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah, Sudadi, saat dihubungi awak media, Rabu (21/10).
