Perkara Saling Ejek Nama Ortu, Pelajar di Grobogan Dihajar Om Teman Sekelas

Perkara Saling Ejek Nama Ortu, Pelajar di Grobogan Dihajar Om Teman Sekelas

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 14 Okt 2026 20:21 WIB
Poster
Ilustrasi pelajar SMA di Grobogan dianiaya. Foto: Edi Wahyono
Grobogan -

Seorang pelajar berinisial RAH (17), dihajar oleh om teman satu kelasnya di sebuah kafe wilayah Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan tempat korban bekerja. Pemicu penganiayaan ini disebut karena saling ejek memanggil nama orang tua.

"Di sekolah itu biasa pada panggil-panggilan ejek-ejekan pakai nama orang tua," kata ibu korban, Genduk Sri Lestari, melalui sambungan telepon kepada detikJateng, Rabu (14/9/2026).

Dalam rekaman CCTV yang dilihat detikJateng, tampak korban sedang duduk di kursi kayu panjang mengenakan pakaian dan celana berwarna hitam. Ia terlihat dikerumuni sejumlah orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak begitu jelas apa yang mereka bicarakan karena CCTV menyorot dari seberang jalan. Namun tak lama kemudian, terduga pelaku yang berdiri memakai pakaian warna merah muda langsung memukuli korban.

ADVERTISEMENT

Pukulan bertubi-tubi tampak dilayangkan terduga pelaku ke arah kepala dan tubuh korban. Terlihat korban pun tidak melakukan perlawanan.

Genduk menjelaskan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (11/10) sekitar pukul 22.45 WIB. Korban yang tengah bekerja di kafe itu tiba-tiba didatangi sejumlah orang.

"Anak saya kan kerja di kafe itu, terus didatengin sama temen yang satu kelas itu dia ke sana bawa orang, yang datang sekitar enam orang," ujar Genduk.

Pria yang diduga menganiaya korban lalu masuk ke dalam kafe dan mencari korban. Genduk menuturkan pria itu merasa tidak terima keponakannya diejek dengan nama orang tua.

"'Yang namanya Aldi mana?' 'saya mas, ada apa?' gitu. 'Oh, kamu ngapain ngejek-ngejek ponakanku? Aku enggak terima pakai ejekan pakai nama orang tua gitu'," ucap Genduk mencoba menirukan percakapan saat itu.

"'Loh mas, aku ndak ngejek kok, wong itu kemarin pada ejek-ejekkan juga barengan. Wong dari saya sudah bilang enggak usah itu, nanti nek malah jadi salah paham, jadi kita berantem', gitu," lanjutnya.

Setelah percekcokan itu, Genduk menyebut korban dipukul sebanyak satu kali di dalam kafe. Penganiayaan kemudian dilakukan di luar seperti dalam rekaman CCTV.

"Terus anak saya ditonjok satu kali. Terus anak saya keluar dari dalam kafe itu, di jalan dia didorong ke depan di jalan raya, nah yang saudaranya masnya tadi nonjokin anak saya, itu ada videonya," ungkap Genduk.

Genduk menuturkan korban merasa pusing setelah dianiaya. Korban lalu pergi ke puskesmas untuk memeriksakan diri dan melakukan visum.

"Orangnya habis ditonjokin ya langsung berobat di Puskesmas Depok berobat di situ itu sekalian visum. Terus ke situ (kafe) lagi tapi kan udah pusing, nunggu jamnya mau tutup masih banyak orang di situ, masih dibetah-betahne," terang Genduk.

Genduk mengatakan korban baru pulang ke rumahnya di Desa Pilangpayung, Toroh pada Senin (12/10) dini hari. Ia sempat melihat ada lebam-lebam di tubuh putranya itu.

"Pulang itu sekitar jam 01.00 WIB lebih sedikit kali ya, aku juga lupa. Nah pulang aku sudah lihat kok memar-memar, tapi kan aku nek meh nanya, kasihan lah aku nanya sekarang, anakku kan kerja, capek, besok sekolah," ujar Genduk.

Pagi harinya, Genduk membangunkan korban untuk berangkat sekolah. Setelah bangun, korban baru menceritakan penganiayaan yang dia alami kepada ibunya.

"Itu matanya pada hitam-hitam dan bilang dadanya masih sakit, tapi tetep berangkat sekolah," ucap Genduk.

Genduk menjelaskan anaknya melaporkan peristiwa ini kepada polisi didampingi oleh pemilik kafe tempatnya bekerja. Dia izin kepada pihak sekolah untuk membuat laporan polisi.

"Sekitar jam 10.00 WIB diambil bosnya ke sekolahan, ya laporan, ini Aldi mau izin keluar dulu. Kemarin ada masalah gini-gini diceritakan kan," ucap Genduk.

"'Ini mau laporan ke Polsek soale, kalau enggak ada Aldi enggak bisa, soalnya dia korbannya', gitu. Ya gurunya 'oh nggih siap pak, enggak apa-apa. Tapi kalau sudah kelar suruh balik lagi Aldinya balik lagi'. Terus nunggu pulang sampai jam 16.00 WIB," lanjutnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolsek Toroh, AKP Joko Ismanto membenarkan adanya pelaporan terkait peristiwa tersebut. Pihaknya telah memeriksa terduga pelaku.

"Ada (laporan tersebut). Sudah ditindaklanjuti pemeriksaan terduga pelaku," kata Joko melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng.



(apu/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads