Kepsek SD di Pemalang Dicopot Buntut Siswa Tewas Dibully Kakak Kelas

Robby Bernardi - detikJateng
Rabu, 07 Okt 2026 11:42 WIB
SDN 01 Kebondalem, Pemalang. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pemalang -

Kepala SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Erning Rustini, dicopot dari jabatannya terkait kasus perundungan yang menewaskan seorang siswa kelas 2 di sekolahnya. Dua kakak kelas disebut terlibat dalam aksi kekerasan terhadap korban.

"Iya dinonaktifkan sejak kemarin (Selasa, 6 Oktober 2026)," kata Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (7/10/2026).

Nurkholes mengatakan, keputusan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban yang bersangkutan atas peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolahnya.

"Kita akan tindak tegas. Itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan menjaga integritas khususnya pada dunia kependidikan," ujar dia.

"Ya tindakan indisipliner, dan upaya pencegahan terjadinya bullying, dan ini akan berlaku sama bagi siapapun karena kita tidak mentolerir bulying apalagi di sekolah," sambung Nurkholes.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang, Ismun Hadiyo, juga membenarkan bahwa Kepala SDN 01 Kebondalem telah dicopot dari jabatannya.

"Nggih (iya)," kata Ismun saat dihubungi detikJateng melalui pesan singkat, Rabu (7/10/2026).

Saat ditanya mengenai sanksi apa yang bakal dijatuhkan selanjutnya, Ismun mengatakan pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan, baik yang dilakukan oleh kepolisian maupun oleh Pemkab Pemalang.

"Nunggu pemeriksaan," ujar Ismun.

Juga Bakal Dalami Dugaan Pelanggaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Bagus Sutopo, menambahkan dicopot sebagai Kepala SDN 1 Kebondalem, Erning juga bakal diperiksa terkait dugaan pelanggaran sebagai ASN.

Jika terbukti melakukan kesalahan, Erning akan dikenai sanksi disiplin PNS.

"Termasuk karena dia adalah PNS, maka akan didalami mekanisme yang ada di PNS, makanya nanti akan didalami, kalau memang terbukti secara meyakinkan dari informasi APH maupun tim kita, ya nanti akan dilakukan penindakan," ungkap Bagus ditemui di Pemkab Pemalang.

Pemkab Pemalang, saat ini masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum (APH) terkait kasus dugaan perundungan tersebut.

"Semuanya kan masih berproses, apakah yang bersangkutan nanti terbukti dari proses penyelidikan dan penyidikan, dari sisi APH apakah ada hal-hal yang berpotensi terhadap kelalaian atau pelanggaran hukum lainnya," tuturnya.

Dijelaskan Bagus, Pemkab Pemalang akan melakukan evaluasi dan pendalaman sesuai hasil proses hukum yang berjalan.

Hasil Penyelidikan Polres Pemalang

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Pemalang menyebut 2 anak yang merupakan kakak kelas, terlibat dalam aksi kekerasan buntut meninggalnya siswa kelas 2 SD di Pemalang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat .

"Hasil pemeriksaan saksi-saksi, dua anak terlihat dalam aksi itu. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum meninggal dunia anak korban sempat ditunjukkan foto semua anak di kelas 5 dan 6. Korban saat itu menunjuk dua kakak kelasnya tadi," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Wildan Umar, saat menyampaikan dalam acara pers rillis di Mapolres Pemalang, Senin (5/10/2026) malam.

Dua anak yang ditunjuk korban sebelum meninggal merupakan kakak kelas 5. Sedangkan satu anak yang semula diduga terlibat, dari keterangan saksi-saksi korban sebelum meninggal dan saksi-saksi anak lainnya tidak terlibat.

Wildan mengatakan, dari kedua anak kelas 5 yang diduga terlibat, tidak ada anak dari anggota Polri. Demikian juga satu anak kelas 6, yang awalnya diduga terlibat.

"Kami cek ke saksi dan diperkuat dengan data kartu keluarga, yang kami terima dari pihak sekolah, pekerjaan orang tua atau bapak dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi yang selama ini dikabarkan di sosial media," kata Wildan.

Dalam pers rillis itu juga diungkapkan, peristiwa tersebut terjadi di depan pintu kamar kecil pada Sabtu (12/9) saat jam istirahat.

"Itu terjadi pada Sabtu, saat jam istirahat di depan kamar kecil. Kondisi lokasi sepi karena banyak yang bermain di depan halaman," ungkapnya.




(dil/ahr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork