Emosi Ayah Mozza Bertemu Very Pembunuh Putrinya Saat Reka Ulang

Emosi Ayah Mozza Bertemu Very Pembunuh Putrinya Saat Reka Ulang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 07 Okt 2026 16:29 WIB
Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, saat mendatangi reka ulang kasus pembunuhan anaknya di Jangli, Tembalang, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026).
Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, saat mendatangi reka ulang kasus pembunuhan anaknya di Jangli, Tembalang, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Reka ulang kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (17), gadis Semarang yang ditemukan tinggal kerangka, digelar di dua lokasi. Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, sempat meluapkan emosinya kepada tersangka, Mahendra Very Dwi Anggara (22).

Pantauan detikJateng, Singgih sempat memukul Very saat dia baru dibawa turun dari mobil penyidik di lokasi reka ulang pertama, yakni di kos Very di Candisari, Semarang, sekitar pukul 10.15 WIB. Polisi pun langsung melerai.

"Pasti lah (emosi), njenengan kalau jadi orang tua, di sekolah pun kalau anak kita seperti itu, sakit kan. Baru ini (bertemu Very), baru kali ini," ucap Singgih sembari menahan tangis saat ditemui di lokasi reka ulang kedua, tempat mayat Mozza dibuang di Jangli, Tembalang, Semarang, Rabu (7/1/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singgih menilai proses reka ulang kasus pembunuhan anaknya itu begitu detail meski kejadiannya telah setahun berlalu. Dia menduga pembunuhan itu telah direncanakan.

ADVERTISEMENT

"Kita lihat dari awal waktu di kos-kosan tersebut semuanya bisa dipraktikkan dengan sangat detail. Dia masih ingat semua, sampai kejadian di sini pun masih ingat semua selama satu tahun. Jadi pendapat kami sepertinya sudah direncanakan," ujar dia.

Singgih berharap Very dihukum berat. Meski begitu, dirinya masih menunggu proses di pengadilan nantinya.

"Kami berharap rekonstruksi ini membuat hukumannya menjadi lebih berat dan tujuannya bisa membuat kami agak sedikit percaya kepada pelindung masyarakat, polisi, kejaksaan. Nanti kita tunggu dari pengadilan juga," tuturnya.

Peragakan 55 Adegan

Diberitakan sebelumnya, tersangka Mahendra Very Dwi Anggara (22), pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (17), memperagakan 55 adegan dalam reka ulang kasus yang melibatkan dirinya. Adapun adegan tersebut mulai dari korban datang ke kos di Candisari hingga pelaku membuang Mozza di Jangli, Tembalang, Kota Semarang.

"Hari ini kami dari penyidik dan juga jaksa melaksanakan rekonstruksi melibatkan tersangka dan saksi. Yang pertama di kos di Candisari yang merupakan tempat dimana dugaan kekerasan menyebabkan anak meninggal dunia terjadi. Kami melaksanakan 55 adegan dan kami akan lanjutkan di tempat pembuangan jenazah di Jangli," kata Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, saat ditemui wartawan, Rabu (7/10/2026), di kos tempat diduga Mozza dibunuh.

Sriniti memerinci adegan yang diperagakan yakni mulai dari korban datang ke kos hingga korban dibuang di jurang tol Jangli Semarang. Dari adegan tersebut, tersangka juga memperagakan proses membekap korban hingga lemas.

"Mulai dari korban datang ke kost, adegan di kamar pelaku mulai dari cekcok, bekap korban sampai lemas," ucapnya.

Selanjutnya, Very menyiapkan beberapa barang untuk membungkus tubuh korban. Very membungkus Mozza menggunakan karung dengan ditali rafia.

"(Pelaku) Menyiapkan rafia, kardus sarung karung, membungkus tubuh korban," sebutnya.

Kemudian, Very membuang jenazah Mozza ke jurang tol Jangli hingga menjual motor korban ke saksi.

"Adegan membuang jenazah korban di Jangli sampai dengan menjual motor korban ke saksi serta upaya menghilangkan barang-barang korban untuk hilangkan jejak," bebernya.

"Untuk fakta-fakta sementara masih sesuai dengan hasil penyidik. Untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan jaksa untuk kelengkapan berkas perkara," lanjutnya.

Adapun proses reka ulang itu, penyidik menyesuaikan keterangan dari saksi-saksi dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Sriniti menyebut keterangan saksi dan tersangka sejauh ini masih sesuai.

"Rekonstruksi ini kami menyesuaikan dengan keterangan saksi dan fakta-fakta. Saksi-saksi yang kita libatkan di sini adalah tetangga kos yang mendengar suara seperti gaduh di kamar tersangka. Dan itu diduga merupakan waktu-waktu di mana terjadinya peristiwa kekerasan yang menyebabkan anak meninggal dunia," tuturnya.

Adapun Very menjual motor milik Mozza dijual seharga Rp 6 juta ke temannya. Saksi yang membeli motor juga didatangkan ke lokasi kejadian.

"Dijual sekitar Rp 6 juta ke teman dari tersangka, kita juga jadikan saksi," pungkasnya.

Pantauan detikJateng, Rabu (7/10/2026), rekonstruksi dimulai di kos di Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (7/10/2026). Penyidik yang tiba di lokasi dengan mengendarai beberapa mobil kemudian menggelandang tersangka yang memakai baju tahanan nomor 24. Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, juga berada di lokasi.

Pada adegan awal, penyidik yang memperagakan sebagai Mozza tiba di kos itu dengan mengendarai motor. Selanjutnya, Mozza membawa makanan ke kamar kos tersangka yang berada di lantai atas. Adegan di kamar kos tersangka tidak terpantau.

Setelah itu ada adegan Very turun dari lantai dua. Dia lalu kembali naik ke lantai dua sambil membawa sebuah karung kosong. Selanjutnya, ada adegan Very turun dari lantai dua lalu naik motor matik untuk survei lokasi ke sekitar Undip Semarang.

Setelah survei mencari lokasi untuk membuang jenazah Mozza, Very kembali ke kos. Dia lalu naik ke lantai atas, kemudian turun lagi sambil menggotong karung yang berisi jenazah Mozza.

Karung berisi jenazah itu lalu ditaruh di depan motor matik. Usai membuang jenazah Mozza di jurang tol Jangli Semarang, Very kembali ke kos. Selanjutnya, rekonstruksi digelar di lokasi pembuangan jenazah Mozza di jurang tol Jangli Semarang.

Halaman 2 dari 2
(dil/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads