Ratusan orang mengalami keracunan usai menyantap Makan Gizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Suasana panik dan mencekam menjadi cerita tersendiri bagi para sopir ambulans yang hilir mudik mengangkut pasien ke fasilitas kesehatan.
"Sejak Rabu kemarin sore, Pak. Evakuasi pasien dari rumah, dari pondok, terus dibawa ke sini," kata Mustakim (35) di sela kesibukannya mengantar pasien ke RSUD Kalisari Batang, Kamis (24/9/2026).
Sejak Rabu siang (23/9) hingga malam, raung sirene ambulans terus memecah suasana dingin di Kecamatan Bawang, Batang. Kamis pagi (24/9), sirene ambulans kembali menyibak jalanan di Kecamatan Bawang.
Deretan ambulans bahkan sempat mengular hingga ratusan meter. Kendaraan-kendaraan itu silih berganti menjemput pasien dari rumah, pondok pesantren maupun lokasi lainnya, kemudian mengantarkan pasien ke puskesmas atau rumah sakit yang masih mampu menampung.
Kelompok Ambulans Alas Roban (KAAR) mencatat sekitar 80 unit ambulans ikut terlibat dan bergerak membantu penanganan ratusan pasien akibat keracunan massal di Bawang itu.
Armada itu berasal dari berbagai unsur. Mulai dari ambulans desa, LazisMu, LazisNU, hingga sejumlah ambulans dari luar Batang seperti Sukoharjo, Plantungan, dan Kendal.
Mustakim menceritakan, sejak Rabu siang (23/9), ia habiskan waktunya untuk mengantar dan menjemput pasien. Tidak berhenti sampai di Puskesmas saja, karena setelah itu pasien kemudian dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan. Ada yang menuju Puskesmas Bandar, Subah, Gringsing, RSUD Limpung hingga terjauh ke RSUD Batang.
"Kemarin pas puncak-puncaknya, satu armada ambulans bisa antar pasien bisa sampai enam hingga delapan kali," kata Mustakim.
Begitu selesai mengantarkan pasien ke rumah sakit, mereka tidak langsung pulang. Komunitas ambulan ini memiliki grup WhatsApp untuk koordinasi. Begitu ada informasi keberadaan pasien lain yang membutuhkan pertolongan, mereka segera kembali ke Bawang.
"Menjemput pasien, mengantar, menunggu kembali lagi. Menjemput pasien berikutnya," ungkapnya.
"Belum sempat pulang, belum mandi juga dua hari, Rabu-Kamis," ujar Mustakim ketika ditanya apakah sempat pulang ke rumah.
Pada Kamis siang (24/9), Mustakim baru saja menjemput tiga pasien dari rumah. Dua di antaranya balita dan satu orang dewasa. Ketiganya kemudian dibawa ke Puskesmas Bawang. Salah seorang pasien langsung dirujuk ke RSUD Batang.
Situasi pada Rabu malam (23/9), menjadi salah satu momen yang paling melekat dalam ingatan para sopir ambulans. Jumlah pasien yang harus dievakuasi begitu banyak, jumlah ambulans yang hilir mudik sampai 80 unit.
"Antrean ambulans di sini sampai pom bensin," kata Mustakim.
Dalam kondisi seperti itu, para sopir tidak hanya menghadapi kemacetan. Mereka juga menghadapi tekanan karena setiap menit sangat berarti bagi pasien yang berada di dalam kendaraannya.
(alg/dil)