Suasana RSUD Batang Penuh Pasien Keracunan MBG hingga Dirawat di Lorong

Suasana RSUD Batang Penuh Pasien Keracunan MBG hingga Dirawat di Lorong

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 11:48 WIB
Suasana RSUD Kalisari Batang dipenuhi korban keracunan MBG
Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

Puluhan warga di Kecamatan Bawang, dirawat di RSUD Kalisari Batang akibat keracunan MBG yang dikonsumsi Selasa (22/9). Hingga Kamis pagi (24/9) pasien terus bertambah hingga ada yang dirawat di lorong ruangan.

"Yang di ruangan memang kapasitas rumah sakit. Jadi karena penuh, jadi di lorong. Ya karena kamar penuh jadi sebagian di lorong," kata Bupati Batang, M Faiz Kurniawan di RSUD Batang, Kamis (24/9/2026).

Suasana di IGD pada Kamis pagi nampak banyak warga yang merupakan penduduk Kecamatan Bawang. Pasien yang terbaring dengan gejala mual juga ada yang merupakan satu keluarga, seperti Desi (34) dan dua anak nya yang masih berumur 5 tahun dan 3 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana RSUD Kalisari Batang dipenuhi korban keracunan MBGSuasana RSUD Kalisari Batang dipenuhi korban keracunan MBG Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Para medis nampak hilir mudik sibuk mengecek kesehatan pasiennya. Pantauan detikJateng, pasien dugaan keracunan itu ada di Ruang Wijayakusuma dan Nusa Indah hingga Ruang Diklat di RSUD Kalisari Batang. Membludaknya pasien ini, juga nampak terlihat di lorong-lorong ruangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Para pasien yang diduga keracunan itu tidak hanya anak serta siswa PAUD hingga SMA dan Pondok Pesantren, namun para orang tua juga mengalami hal serupa. Para orang tua ini mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa siang saat anak-anak membawa pulang jatah MBG.

Para korban keracunan memang terpaksa di rawat di lorong-lorong. Namun demikian, tempat tidur pasien berjajar masih rapi, dengan ditunggu keluarga pasien.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan saat dikonfirmasi terkait banyaknya pasien di lorong-lorong tersebut, mengakui ruangan penuh hingga membludak ke lorong-lorong. Namun, pihaknya memastikan dan menjamin layanan kesehatan maksimal dipenuhi.

Pihaknya juga memaksimalkan tenaga medis untuk berjaga dengan maksimal dan juga menyiapkan armada-armada ambulans di puskesmas-puskesmas rawat inap.

"Kita pastikan semua perawat standby, khusus hari ini tidak ada shift-shift-an, semuanya standby sebagai antisipasi adanya tambahan (korban) dan lain sebagainya kita dalam kondisi siap," imbuhnya.



(alg/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads