Kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo masih didalami kepolisian. Polisi bakal memanggil kepala desa hingga warga yang sempat menggelar demo menolak makanan nonhalal untuk dimintai keterangan.
"Kita sudah periksa 13 saksi. Rencana panggil Lurah (Kades) Parangjoro, dan 3 orang yang pernah ikut demo dulu," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, saat dihubungi detikJateng, Minggu (20/9/2026).
Dari informasi yang dihimpun detikJateng, warung tersebut awalnya ada pemancingan. Lalu pada akhir Maret 2026, Jodi Sutanto mengambil alih usaha dengan membuka warung nonhalal mi babi.
Berubahnya kuliner warung itu mendapat reaksi penolakan warga setempat. Sejumlah spanduk penolakan kuliner nonhalal dipasang warga.
Pada Selasa (21/4), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mencoba memediasi permasalahan tersebut dengan mempertemukan perwakilan warga, dengan pemilik warung. Dalam pertemuan itu, warga tetap menolak keberadaan kuliner nonhalal, dan meminta pemiliknya ganti usaha kuliner halal atau pindah. Sementara pemiliknya masih pikir-pikir.
Kemudian pada Sabtu (16/5), warga menggelar aksi di Dukuh Sudimoro. Dalam aksi itu, warga menyuarakan menolak kuliner nonhalal, dan meminta pemiliknya ganti usaha kuliner halal.
Hingga empat OTK datang melakukan pembakaran, perusakan, dan ancaman di Warung Mi Babi Tepi Sawah pada Sabtu (12/9).
Dalam penyelidikan ini, Polres Sukoharjo juga menggandeng Densus 88 Antiteror Polri dan Jatanras Polda Jawa Tengah. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan jika pelaku terafiliasi dengan kelompok kelompok tertentu.
"Belum bisa kami sampaikan (terduga pelaku terafiliasi kelompok tertentu)," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden pembakaran warung mi babi itu terjadi di warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.Terduga pelaku diduga empat orang.
Polres Sukoharjo juga menggandeng Densus 88 dan Jatanras dalam proses pendalaman kasus ini," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Selasa (15/9).
Saat ini, polisi masih terus bekerja mengungkap empat orang tak dikenal (OTK) yang melakukan pembakaran, pengerusakan, dan pengancaman di Warung Mi dan Babi Tepi Sawah itu.
"Kami masih terus melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan motif maupun keterlibatan pihak tertentu sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ucapnya.
Sejauh ini, Kapolres mengatakan sudah ada 12 orang saksi yang telah diperiksa dalam kasus itu. Sejumlah saksi itu seperti pemilik, dan dua orang warung tersebut.
"Untuk perkembangan penyidikan, sampai saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Sukoharjo telah memeriksa 12 saksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik aksi pembakaran," terangnya.
Simak Video "Nikmati Sejarah di The Heritage Palace, Sukoharjo"
(apu/ams)