Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo mengaku tidak ada ancaman sebelum warungnya dibakar orang tidak dikenal. Namun dia sempat merasa gelisah sebelum kejadian.
"Tidak (ada ancaman), kita tidak menerima sesuatu yang mencurigakan sama sekali," kata Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, saat dihubungi detikJateng, Minggu (13/9/2026).
Dia menyebut usai warga menggelar aksi penolakan pada Sabtu (16/5/2026), ternyata setelah itu kondisi menjadi tenang. Meski demikian Jodi justru mengaku ada perasaan tidak enak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak terakhir demo, itu silent banget, tidak ada pergerakan apa-apa sama sekali. Feeling juga saya sempat gak enak," ucapnya.
Dari informasi yang dihimpun detikJateng, warung tersebut awalnya ada pemancingan. Lalu pada akhir Maret 2026, Jodi alih usaha dengan membuka warung non halal, mie babi.
Sejumlah warga menolak keberadaan kuliner non halal itu di lingkungannya. Sejumlah spanduk penolakan kuliner non halal dipasang warga.
Pada Selasa (21/4/2026), Pemkab Sukoharjo mencoba memediasi permasalahan tersebut dengan mempertemukan perwakilan warga, dengan pemilik warung. Dalam pertemuan itu, warga tetap menolak keberadaan kuliner non halal, dan meminta pemiliknya ganti usaha kuliner halal atau pindah. Sementara pemiliknya masih pikir-pikir.
Meski mendapatkan sejumlah aksi penolakan, warung tersebut tetap beroperasi. Hingga akhirnya pada Sabtu (12/9/2026) pagi, warung Mie dan Babi Tepi Sawah didatangi 4 OTK. Mereka melakukan pembakaran, pengerusakan, dan pengancaman dengan senjata tajam.
Diberitakan sebelumnya, Polisi saat ini masih mengusut kasus pembakaran warung mi babi di Parangjoro, Sukoharjo. Dua pelaku terpantau kamera CCTV.
"Untuk penyelidikan masih berlangsung dengan menyisir CCTV dan mendeteksi 2 pelaku menggunakan motor," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat dihubungi detikJateng, Minggu (13/9/2026).
Polisi saat ini juga masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait kejadian itu.
"Saksi sementara ada 6. Saksi yang di lokasi 2 orang, yaitu pemilik dan warga sekitar," ujar Anggaito.
Sementara itu, pemilik warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto mengatakan warung tutup sementara sampai proses identifikasi selesai.
"Tutup sementara, karena masalahnya kita enggak bisa apa-apa. Kan kita mau bersih-bersih, mau instalasi dan sebagainya tidak diperbolehkan karena masih olah TKP, permasalahannya di situ. Dan masih ada garis police line-nya," ungkapnya.
(alg/alg)
