Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, dibakar orang tak dikenal. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dilibatkan dalam pengusutan insiden itu.
Pemilik warung mi babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengungkapkan kebakaran itu terjadi pada Sabtu (12/9) pekan lalu pada dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Namun, dia baru membalas telepon karyawannya pada pukul 05.00 WIB.
"Yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Gudang penyimpanan rongsok lah ya, barang-barang bekas, bukan barang penyimpanan produk," kata Jodi kepada awak media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didatangi 4 Orang
Jodi menjelaskan, setiap malam warung itu dijaga oleh dua orang. Satu di bagian depan, dan satu lagi di belakang.
Ia menceritakan pada saat kejadian, ada empat orang misterius yang mendatangi warungnya.
"Saya diinfo (karyawan saya) sekitar pukul setengah 4 ada yang mendatangi orang 4, dan mendobrak pintu tempat tidur orang saya," ucapnya.
Kondisi Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo usai dibakar orang tidak dikenal, Sabtu (12/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Karyawan Mi Babi Ditodong
Berdasarkan pengakuan si karyawan, empat orang tersebut berbagi peran. Ada yang menodong pegawainya.
"Satu orang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar (Ali), disuruh menjongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur," terangnya.
Jodi menilai kasus ini merupakan tindak pidana pengerusakan dan pengancaman.
"Tidak ada penganiayaan, tidak ada pemukulan. Cuma hanya pengancaman biar tidak bergerak, supaya mereka bisa melakukan apa yang dia inginkan. Yang jelas ini murni pengerusakan ya, bukan murni perampok atau pencurian, karena tidak ada barang yang hilang. Hanya murin pengerusakan dan pengancaman," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono mengatakan, mengerahkan dua unit mobil Damkar untuk memadamkan api.
"Laporan masuk sekira jam 04.35 WIB, selesai pemadaman sekira 05.00-an. 2 unit pancar 6 personil (dikerahkan)," kata Margono, saat dihubungi detikJateng.
Ada 2 Pelaku Terciduk CCTV
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyatakan jajarannya langsung menyelidiki insiden pembakaran tersebut.
"Langsung kita selidiki, karena memang sengaja ada yang bakar. Ada saksi juga yang melihat," kata Anggaito.
Ia mengungkapkan ciri-ciri pelaku terkuak berdasarkan keterangan saksi.
"Sekira pukul 04.15 WIB datang kurang lebih 4 orang dengan ciri-ciri badan sedang, memakai tutup wajah, helm, memakai jaket, celana panjang dan ada yang memakai senjata tajam. Lalu mendobrak pintu kamar Ali kemudian, disuruh bangun dan keluar dari kamar," ucapnya.
Sementara saat dihubungi Minggu (13/9), Anggaito berkata ada dua pelaku yang terekam CCTV.
"Untuk penyelidikan masih berlangsung dengan menyisir CCTV dan mendeteksi 2 pelaku menggunakan motor," jelas Anggaito.
"Saksi sementara ada 6. Saksi yang di lokasi 2 orang, yaitu pemilik dan warga sekitar," imbuhnya.
Polisi kini juga masih menunggu hasil penanganan teknis dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor). Hasil sementara pemeriksaan titik lokasi menunjukkan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Kami masih menunggu hasil labfor yang menyebutkan ada 3 titik awal api," kata Anggaito.
Sementara itu, pemilik warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto mengatakan warung tutup sementara sampai proses identifikasi selesai.
"Tutup sementara, karena masalahnya kita enggak bisa apa-apa. Kan kita mau bersih-bersih, mau instalasi dan sebagainya tidak diperbolehkan karena masih olah TKP, permasalahannya di situ. Dan masih ada garis police line-nya," ungkapnya.
Meski tidak berjualan di Sukoharjo, Jodi mengatakan bahwa pihaknya berjualan di Bali. Untuk sementara waktu pihaknya ikut sejumlah event-event.
"Nah, sambil ini selesai, tapi kita pindah ke Bali dulu untuk pameran. Ya kan, dengan berjalannya kita pameran siapa tahu ini sudah selesai dan bisa segera kita renovasi dan kita buka kembali seperti itu," terangnya.
Densus 88 Dilibatkan
Dikatakan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito, pihaknya menggandeng Jatanras Polda Jawa Tengah dan Densus 88 Antiteror untuk menyelidiki warung Mi Babi Tepi Sawah yang dibakar OTK.
"Polres Sukoharjo juga menggandeng Densus 88 dan Jatanras dalam proses pendalaman kasus ini," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Selasa (15/9/2026).
Sejauh ini, Kapolres mengatakan sudah ada 12 orang saksi yang telah diperiksa dalam kasus itu. Para saksi itu di antaranya pemilik, dan dua orang warung tersebut.
"Untuk perkembangan penyidikan, sampai saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Sukoharjo telah memeriksa 12 saksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik aksi pembakaran," terangnya.
Pemkab Sukoharjo Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi
Adapun Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai insiden pembakaran tersebut.
"Hendaknya semua pihak menahan diri dan tidak berspekulasi," tutur Eko, Senin (14/9).
Lebih lanjut, Eko menyampaikan, kasus tersebut diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Dan Pemkab akan menghormati setiap proses hukum yang berlaku.
"Diserahkan ke pihak yang berwenang, kita hormati proses hukum," ucapnya.
Simak Video "Video: Warung Mi Babi Parangjoro Sukoharjo Dibakar OTK"
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)

