Mahasiswa Unsoed Demo Tuntut Transparansi UKT dan IPI

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 27 Agu 2026 18:13 WIB
Sejumlah mahasiswa Unsoed Purwokerto kembali menggelar aksi di halaman Gedung Rektorat kampus setempat, Kamis (27/8/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung rektorat kampusnya. Mereka menuntut transparansi soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Kedatangan para mahasiswa itu untuk menagih respons pihak kampus atas tuntutan mereka dalam aksi sebelumnya.

"Untuk penerimaan mahasiswanya, untuk apakah UKT dan IPI yang masuk itu apakah benar-benar masuk ke fakultas atau bagaimana," kata salah satu perwakilan mahasiswa, Yosi, saat ditemui wartawan di sela aksi, Kamis (27/8/2026).

Mahasiswa juga meminta reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Mereka ingin seluruh biaya, mekanisme seleksi, hingga prosedur penerimaan dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat.

"Jadi pastinya seluruh biayanya itu terbuka, mekanisme seleksinya seperti apa, itu bisa visible di masyarakat," ujarnya.

Selain itu, mahasiswa meminta evaluasi terhadap seluruh jajaran birokrasi kampus.

"Lalu ada evaluasi seluruh jajaran birokrasi, seperti yang sudah terjadi kemarin, dengan adanya penangkapan kan kita tidak mau ada aksi lanjutan dari KPK ataupun dari instansi yang lain. Jadi kita pengin dievaluasi seluruh jajaran dari universitas," jelasnya.

Tuntutan mahasiswa berikutnya yakni pembangunan sistem keterbukaan anggaran yang bisa diakses sivitas akademika secara berkala. Menurut Yosi, mahasiswa ingin mengetahui secara jelas penggunaan berbagai dana yang masuk ke universitas.

"Jadi seperti yang dilanjutkan tadi dari biaya-biaya yang masuk itu, kita ingin kejelasannya seperti apa. Apakah dana yang masuk itu untuk apa, kami pengin kejelasannya di mana," kata dia.

Mahasiswa juga meminta adanya forum pertanggungjawaban terbuka bersama mahasiswa paling lambat 14 hari. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara mahasiswa dengan pimpinan kampus.

"Jadi ya ini salah satu aksi lanjutan yang kemarin tuntutannya, kita ingin ada dialog lebih lanjut dengan dekan, dengan rektor, seperti itu," ujarnya.

Mahasiswa meminta laporan perkembangan pembenahan disampaikan secara berkala setiap tiga bulan hingga seluruh rekomendasi audit dan reformasi dinyatakan selesai.

"Jadi enggak cuma, 'oh, masih hangat nih infonya, cuma sebulan.' Enggak, kita pengin sampai ini benar-benar selesai, sampai tuntas. Kita ingin ada komunikasi lebih lanjut mahasiswa sampai rektor," tegas Yosi.

Mahasiswa juga menginginkan forum pengawasan bersama minimal satu kali setiap semester. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi tempat menyampaikan persoalan yang muncul di lingkungan fakultas maupun program studi.

"Jadi kita pengin dari apa yang kita minta itu, kita adakan setiap semester. Kita inginkan adanya diskusi, ingin adanya apa sih permasalahan entah itu dari mahasiswa sendiri, di fakultas, di prodi, jadi bisa langsung sampai ke rektorat," katanya.

Yosi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa yang sebelumnya disampaikan dalam aksi.

"Betul, menggali tuntutan yang kemarin. Pasti ada beberapa pertanyaan yang mungkin mahasiswa ingin ajukan mumpung ada seperti ini," ujarnya.

Dia juga mengapresiasi respons Plt Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman yang bersedia menemui mahasiswa.

"Ya untuk responsnya sendiri alhamdulillah sudah memenuhi. Walaupun memang adanya ya kita ingin cepat selesai, tapi sudah ingin menemui pun kita sudah alhamdulillah bersyukur," katanya.




(dil/alg)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork