Warga Solo Serbu Penukaran Uang Logam di Mal, 2 Hari Ngumpul 36 Ribu Koin

Warga Solo Serbu Penukaran Uang Logam di Mal, 2 Hari Ngumpul 36 Ribu Koin

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 30 Agu 2026 21:17 WIB
Suasana penukaran uang koin di Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Suasana penukaran uang koin di Solo Square, Minggu (30/8/2026). (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Solo -

Bank Indonesia (BI) Solo membuka tukar uang koin yang selama ini mengendap di masyarakat sebagai tabungan. Masyarakat antusias menukarkan uang koin.

Salah satu warga Solo bernama Deddy (30) membawa uang pecahan rupiah untuk ditukarkan. Koin-koin itu ia kumpulkan dari uang logam sisa kembalian belanja selama satu tahun, ia berhasil menukarkannya dengan uang kertas senilai Rp 600 ribu di booth Bank Indonesia (BI) Solo Square.

"Ini tabungan sebenarnya. Kalau ada kembalian koinan, kita kumpulin. Sudah sekitar setahunan ini," katanya di Solo Square, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedy mengaku sengaja datang ke mal karena mengetahui ada layanan penukaran dari BI. Baginya, uang koin yang menumpuk di rumah lebih bermanfaat jika ditukar menjadi uang kertas agar lebih mudah digunakan untuk belanja kembali.

"Mumpung ada event di Solo Square sekalian saja dibawa. Tadi di rumah sempat dihitung, kisarannya Rp 600 ribu. Pecahannya ada yang Rp 100 sampai Rp 1.000," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Hal senada diungkapkan Sati, warga Sukoharjo yang mengumpulkan koin selama bertahun-tahun. Dirinya bahkan memecahkan celengan untuk menukar uang koin drngan uang kertas.

"Ngumpulin, pecah celengan. Ya mungkin ada tahunan karena kan nggak pernah dibuka celengannya," ucapnya.

Sati bercerita, kebiasaan menabung koin ini dilakukan oleh seluruh anggota keluarganya. Setiap kali mendapatkan uang kembalian belanja, ia langsung memasukkannya ke dalam celengan tanpa berniat menggunakannya kembali untuk transaksi.

"Kalau ada kembalian langsung masuk celengan, nggak pernah dipakai recehnya. Mayoritas koin Rp 500 dan Rp 1.000," terangnya.

Terpisah, Administrator Perkasasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, mengatakan nominal tukar terbanyak yakni Rp 2,3 juta

"Paling banyak kemarin itu ada satu penukar yang membawa sekitar Rp 2.300.000 dalam bentuk koin. Pecahannya campur, dari Rp 100 sampai Rp 1.000," ujarnya.

Faisal menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memutar kembali uang logam yang selama ini sering dianggap ribet oleh masyarakat untuk transaksi harian. Padahal, sektor ritel seperti swalayan sangat membutuhkan uang receh tersebut.

"Uang logam yang keluar dari BI biasanya tidak kembali lagi karena masyarakat lebih suka menyimpannya di rumah. Jadi kita inisiatif mengambilnya untuk diputarkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Untuk menarik minat warga, BI Solo memberikan 1 liter minyak goreng bagi penukar pertama setiap harinya dengan minimal penukaran 100 keping.

"Hari ini kita sediakan 60 liter minyak goreng karena antusiasmenya sangat tinggi. Ini bentuk apresiasi kami karena warga sudah mau repot-repot membawa koin dari rumah ke sini," tambah Faisal.

Selama dua hari pertama, BI Solo mencatat telah mengumpulkan lebih dari 36.000 keping koin dengan total nominal mencapai Rp 15 juta.

"Antusiasme warga cukup tinggi. Pada hari pertama (Jumat), terkumpul sekitar Rp 6 juta atau setara 14.810 keping. Di hari kedua (Sabtu), jumlahnya meningkat menjadi Rp 9 juta dengan total 21.309 keping, hari ini tadi sudah ada 60 antrean dan ini masih ada yang menunggu," bebernya.

Faisal menjelaskan bahwa uang-uang logam yang terkumpul tidak semuanya akan dimusnahkan. BI akan melakukan proses penyortiran terlebih dahulu.

"Nanti kita sortir. Uang yang sudah tidak layak edar akan dimusnahkan. Namun, uang yang masih layak edar akan kita edarkan kembali melalui perbankan untuk memenuhi kebutuhan ritel," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Penjelasan Bank Indonesia Kepri soal Heboh Warga Ditolak Tukar Uang Logam':

(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads