Mahasiswa Unsoed Demo di Gedung Rektorat

Mahasiswa Unsoed Demo di Gedung Rektorat

Anang Firmansyah - detikJateng
Senin, 24 Agu 2026 18:10 WIB
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di halaman gedung rektorat Unsoed Purwokerto, Senin (24/8/2026) sore.
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di halaman gedung rektorat Unsoed Purwokerto, Senin (24/8/2026) sore. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Sejumlah aliansi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi di halaman gedung rektorat sore ini. Mereka menyampaikan delapan tuntutan kepada Plt Rektor Unsoed, Prof Ali Rokhman. Tuntutan tersebut mencakup transparansi anggaran, reformasi penerimaan mahasiswa baru, hingga evaluasi jajaran birokrasi kampus.

Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan aksi yang digelar mahasiswa bukan lagi berfokus pada sosok Rektor Unsoed sebelumnya, Prof Akhmad Sodiq, yang kini tersandung perkara hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, mahasiswa ingin momentum krisis yang terjadi di Unsoed digunakan untuk membenahi sistem dan mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orientasi kita hari ini bukan untuk membicarakan Pak Sodiq lagi yang sedang ditangkap. Tapi orientasi kita adalah mengamankan institusi pendidikan kita, Universitas Jenderal Soedirman, dari oknum-oknum yang memanfaatkan krisis politik hari ini," kata Azza usai aksi mahasiswa di Unsoed, Senin (24/8/2026).

Dia mengatakan mahasiswa mendorong adanya reformasi sistem di lingkungan Unsoed. Menurutnya, berbagai persoalan yang selama ini belum tuntas harus segera dibenahi oleh pimpinan baru.

ADVERTISEMENT

"Maka sebetulnya yang kita minta adalah pembenahan sistem, reformasi dan segala bentuk persoalan yang belum juga dituntaskan di Universitas Jenderal Soedirman. Itu bisa segera dituntaskan oleh Plt Rektor yang baru," ujarnya.

Azza menyebut mahasiswa datang untuk meminta kejelasan sistem apa saja yang akan diperbaiki di bawah kepemimpinan Prof Ali Rokhman.

"Ya, kita di sini datang untuk meminta sistem seperti apa yang kemudian akan diperbaiki oleh Pak Ali Rokhman, dengan menstandarkan kebutuhan mahasiswa hari ini," katanya.

8 Tuntutan Mahasiswa

Dalam pernyataan sikapnya, BEM Unsoed menyampaikan sejumlah tuntutan kepada rektorat. Salah satunya meminta kampus membuka secara transparan penerimaan dan penggunaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI), serta sumber penerimaan mahasiswa lainnya.

Mahasiswa juga meminta reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Seluruh biaya, mekanisme seleksi, dan prosedur pembayaran diminta diumumkan secara terbuka sebelum proses penerimaan berlangsung.

Berikut tuntutan lengkap BEM Unsoed:

  1. Membuka secara transparan penerimaan dan penggunaan UKT, IPI, serta sumber penerimaan mahasiswa lainnya, termasuk peruntukan dan realisasinya.
  2. Mereformasi sistem penerimaan mahasiswa baru dengan memastikan seluruh biaya, mekanisme seleksi, dan prosedur pembayaran diumumkan secara terbuka sebelum proses penerimaan berlangsung.
  3. Mengevaluasi seluruh jajaran birokrasi yang memiliki kewenangan dalam penerimaan mahasiswa, pengelolaan keuangan, dan pengawasan hingga tingkat fakultas, disertai hasil dan tindak lanjut yang jelas.
  4. Membangun sistem keterbukaan anggaran yang dapat diakses sivitas akademika secara berkala, sehingga mahasiswa dapat mengetahui proses penggunaan anggaran, bukan hanya laporan akhirnya.
  5. Menyelenggarakan forum pertanggungjawaban terbuka bersama mahasiswa paling lambat 14 hari untuk menyampaikan langkah penanganan dan pembenahan pascakasus.
  6. Menyampaikan laporan perkembangan pembenahan secara berkala setiap tiga bulan sampai seluruh rekomendasi audit dan reformasi dinyatakan selesai.
  7. Menyelenggarakan forum pengawasan bersama mahasiswa minimal satu kali setiap semester serta mempublikasikan hasil dan tindak lanjutnya.
  8. Meminta rektorat mengkaji seluruh tuntutan tersebut selama tiga hari, dimulai pada 24 Agustus 2026.

Azza mengatakan, mahasiswa juga menegaskan memiliki hak untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan tersebut. Jika tuntutan yang telah disepakati tidak dijalankan, mahasiswa akan melakukan intervensi kepada pihak terkait.

"Setelah daripada ini mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan transparansi dan dapat memberikan intervensi kepada pihak terkait apabila tidak sesuai pada kesepakatan hari ini," tegasnya.

Dia berharap kepemimpinan Plt Rektor Prof Ali Rokhman dapat menjadi momentum untuk membangun kembali kepercayaan mahasiswa terhadap institusi.

"Yang kita minta bukan sekadar pergantian orang, tetapi pembenahan sistem," pungkas Azza.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads