Intip Harta 2 Wakil Rektor Unsoed yang Diamankan KPK di Purwokerto

Aditya Mardiastuti - detikJateng
Jumat, 21 Agu 2026 11:41 WIB
Kampus Unsoed. (Foto: Dok Unsoed)
Solo -

Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Purwokerto. Kedua Warek itu yakni Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno.

Diketahui Norman merupakan Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan Unsoed, dan Kuat selaku Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unsoed.

"Benar (2 Warek ikut diamankan). Warek II dan III," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo saat diminta konfirmasi wartawan, dilansir detikNews, Jumat (21/8/2026).

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq diamankan dalam OTT KPK kemarin di Jakarta. Selain Sodiq, ada 13 orang lainnya yang diamankan dalam OTT KPK itu. Dua warek tersebut diamankan di Purwokerto dan menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.

Dari hasil pemeriksaan awal di Polrestabes Banyumas, Budi menyebut penyidik akhirnya membawa tujuh orang ke Jakarta. Sehingga saat ini total ada sembilan orang yang tengah menjalani pemeriksaan di Jakarta.

"Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK, total sejumlah 9 orang," ujarnya.

Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kedua pejabat Unsoed ini tercatat dalam lembaga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dengan unit kerja Universitas Jeneral Soedirman. Berikut harta kekayaannya masing-masing:

1. Warek II Kuat Puji Prayitno

Kuat rutin melaporkan LHKPN miliknya sejak menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada 31 Desember 2018 silam. Kala itu hartanya sebesar Rp 886.299.782.

Pada 31 Desember 2019 hartanya naik menjadi Rp 1.137.299.782. Selanjutnya pada 31 Desember 2020 hartanya menjadi Rp 1.485.609.867. Selama empat tahun kemudian, dia tak melaporkan hartanya lagi.

Pada 2024, Kuat kembali melaporkan hartanya saat menjabat sebagai Warek II Bidang Umum dan Keuangan Unsoed, Pada tahun itu hartanya mencapai Rp 1.942.876.700.

Selama menjabat sebagai Warek II Unsoed ini, Kuat mencatat harta tanah dan bangunan senilai Rp 620 juta. Rinciannya tanah dan bangunan seluas 250 m2/100 m2 di Banyumas hasil sendiri Rp 360 juta, serta tanah dan bangunan seluas 130 m2/90 m2 di Banyumas hasil sendiri Rp 260 juta.

Dia tercatat memiliki sejumlah alat transportasi berupa Toyota mini bus tahun 2017 Rp 240 juta, Honda HRV 1,5 SE tahun 2020 Rp 290 juta, Yamaha Aerox tahun 2021 Rp 22 juta, Honda Scoopy 110 tahun 2021 Rp 15 juta, Toyora Yaris 1,5 S CVT tahun 2021 Rp 250 juta.

Kuat tercatat tidak memiliki utang. Sehingga total hartanya Rp 1.942.876.700.

3. Warek III Norman Arie Prayogo

Norman tercatat melaporkan harta kekayaannya sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed periode 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025. Pada periode 2024 hartanya tercatat Rp 1.192.000.000 dan meningkat menjadi Rp 1.750.000.000 pada 2025 lalu.

Pada LHKPN tahun 2025 itu, Norman mencatat harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 950 juta. Dengan rincian tanah dan bangunan seluas 262 m2/200 m2 di Banyumas hasil sendiri Rp 950 juta.

Dia juga mencatat kepemilikan mobil Pajero Sport tahun 2018 Rp 250 juta dan Vellfire Premium Sound tahun 2010 Rp 180 juta.

Norman mencatatkan kepemilikan kas dan setara kas senilai Rp 500 juta. Dia juga mengaku memiliki utang sebesar Rp 130 juta, sehingga total hartanya Rp 1.750.000.000.

Nah, itulah harta yang dilaporkan kedua Warek Unsoed yang terjaring KPK ke LHKPN detikers. Kini kedua Warek tersebut masih menjalani pemeriksaan di KPK.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Gempa M 7 NTT-Kebakaran Hutan di Kalimantan"

(ams/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork