Pria Pembunuh Mozza Axillia Rupanya Teman Dekat Sendiri

Pria Pembunuh Mozza Axillia Rupanya Teman Dekat Sendiri

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 20:08 WIB
Lokasi penemuan kerangka di Jangli Semarang, Jumat (4/9/2026).
Lokasi penemuan kerangka di Jangli Semarang, Jumat (4/9/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Mozza Axillia Gunarsa (17), remaja perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang yang sempat dilaporkan hilang ternyata dibunuh. Pelaku berinisial MDVA (22) adalah teman dekatnya sendiri.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana. Pelaku sehari-hari diketahui merupakan pekerja serabutan.

"Jadi statusnya teman dekat ya. Saya bisa menyebutkannya teman dekat. (Pekerjaannya pelaku) masih serabutan," kata Bodia melalui sambungan telepon pada detikJateng, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bodia juga masih belum menyampaikan secara rinci dari mana Mozza mengenal pelaku. Menurut dia, hal itu merupakan materi penyidikan yang akan disampaikan oleh Polrestabes Semarang.

"Nanti di materi penyidikan itu, nanti di tabes (Polrestabes). Iya hasil gelar sepakat (ditangani Polrestabes)," ucap Bodia.

ADVERTISEMENT

Bodia menyampaikan kasus hilangnya Mozza mulai menemukan bukti baru beberapa pekan lalu. Ada percakapan korban dengan pelaku di Instagram yang tertaut pada ponsel orang tua Mozza.

"Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," kata Bodia.

"Di situ itu ada beberapa komunikasi dengan terduga yang kita duga kuat merupakan seseorang yang berinteraksi terakhir dengan orang hilang tersebut ya," imbuhnya.

Melalui bukti baru itu, polisi mendatangi sebuah rumah kos di Kota Semarang. Nama pelaku terungkap setelah polisi menanyai sejumlah orang.

"Lalu dari situ kita telusuri, kita cari informasi, kita laksanakan penyelidikan sampai kepada sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang," terang Bodia.

"Dari situ kita laksanakan interogasi dengan pemilik rumah kos, dengan beberapa penghuni kos yang kita dapatkanlah sebuah nama dengan inisial MDVA," imbuhnya.

Pengembangan profil pelaku terus dilakukan hingga diketahui dia adalah warga Blora. Polisi menangkap MDVA setelah dua hari melakukan penyelidikan.

"MDVA ini kita laksanakan penyelidikan lagi merupakan warga Blora. Lalu pada tanggal 2 dan tanggal 3 kemarin kita melaksanakan penyelidikan di Blora. Tanggal 3 malam kita melaksanakan penyentuhan, kita amankan terduga yang berinteraksi terakhir," ucap Bodia.

Diberitakan sebelumnya, Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dilaporkan hilang. Ia disebut pamit ke daerah dekat Kodam tetapi tak kunjung pulang ke rumahnya hingga kini.

Ayah Mozza, Singgih (42), sempat menceritakan kronologi menghilangnya putri semata wayangnya yang pamit sejak Rabu (25/6/2025).

"Anak saya pamit baik-baik. Katanya mau mengantar temannya, Ayu, ke (dekat) Kodam untuk mengembalikan laptop," kata Singgih saat ditemui, Kamis (3/7/2025).

Menurut Singgih, perkembangan terakhir dari polisi yang didapatnya hanya sebatas dompet Mozza yang ditemukan di Semarang Utara, Minggu (29/6/2025).

"Dari kepolisian sendiri memang belum ada perkembangan apa-apa. Terakhir yang KTP dan HP-nya ditemukan di Semarang Utara," kata Singgih saat dihubungi detikJateng, Selasa (3/2/2026).

Sementara itu, Kasi Humas Polres Semarang, AKP Budiyono, mengatakan bahwa dompet berisi KTP milik Mozza tercecer di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang.

"Informasinya juga sudah disebar, termasuk kemarin yang anak hilang dari Cirebon yang jalan itu juga kita minta tolong dari Polres Cirebon, menowo (barangkali) seperti itu, juga sudah. Tapi masih belum ada titik terang," kata Budiyono saat dihubungi detikJateng.

"Terakhir yang HP-nya dibuang itu, dompet dan KTP-nya tercecer. Yang kita sampai olah TKP ke sana, ngecek CCTV dan lain sebagainya, juga nggak ada tanda kekerasan atau gimana," lanjutnya.

Kerangka manusia ditemukan di tebing tol wilayah Jangli, Tembalang, Kota Semarang. Warga setempat yang mengaku bernama Parno mengatakan dirinya melihat ada ramai-ramai di TKP pada Jumat (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya dari luar, lewat banyak mobil polisi di sini. Terus saya pulang ganti baju bilang sama cucu saya 'dek ada apa kok banyak polisi?', terus cucu saya nengok di situ," kata Parno saat ditemui para wartawan di kediamannya, Jumat (4/9/2026).

Parno menjelaskan kerangka tersebut berada di tebing jalan tol atau di bagian jurang dari TKP yang diberi garis polisi. Menurutnya, petugas turun ke bawah dengan sejumlah peralatan.

"Saya kan di atas, kerangkanya di bawah. Jadi ditarik pakai alat-alat polisi, (kerangkanya) sudah di (dalam) tas," kata Parno.

Parno menjelaskan selama ini warga setempat tidak pernah mencium bau aneh di lokasi penemuan kerangka jenazah itu.

"Ndak ada bau apa-apa. Orang kampung biasa lewat sini jalan kaki atau apa," ujar Parno.

Parno juga mendengar kabar bahwa tadi malam polisi juga sempat datang. "Ada yang bilang orang-orang lewat tadi malam (polisi) sudah ke sini, sama tersangkanya katanya," beber Parno.

Halaman 2 dari 2
(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads