Selain Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk Wakil Rektor (Warek) III Norman Arie Prayogo. Norman dijaring KPK di Purwokerto.
Pihak-pihak yang diciduk KPK di Purwokerto diperiksa di Mapolresta Banyumas. Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik kemudian menggelandang tujuh orang di antaranya ke Jakarta.
Menyoal alasan OTT, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut dugaan korupsi berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa baru. Selain menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat, KPK juga menyita uang ratusan juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan penyelidikan tertutup ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh Penyelenggara Negara dalam penerimaan mahasiswa baru," ujar Budi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/8/2026).
Lalu, siapa itu Norman Arie Prayogo? Berikut sekilas tentang pendidikan, karier, dan harta kekayaannya!
Riwayat Studi Norman Arie Prayogo
Dilansir Antara, Norman Arie Prayogo yang merupakan kelahiran Banyumas, 7 September 1982, adalah lulusan SMU Negeri 1 Purwokerto. Ia kemudian mengambil studi sarjana di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed pada 2000.
Sukses menuntaskan S1 pada 2004, Norman memilih lanjut S2 alias jenjang magister. Ia mengambil program studi S2 Biologi dan berhasil lulus dengan predikat cum laude pada 2008.
Selanjutnya, Norman terpilih menjadi satu dari lima penerima beasiswa di bidang bioteknologi dan kedokteran. Norman menjalani masa-masa doktoralnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja. Ia sempat melakukan riset sandwich di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.
Berdasarkan catatan di laman resmi Unsoed, Norman Arie Prayogo dikukuhkan sebagai guru besar bidang Bioteknologi Perikanan tahun lalu, tepatnya pada 18 Februari 2025. Ia dikukuhkan bersama tiga orang lain, yakni Noor Farid, Kuat Puji Prayitno, dan Waluyo Handoko.
Karier Norman Arie Prayogo
Seperti kebanyakan akademisi lain, Norman memulai perjalanan kariernya sebagai dosen di Unsoed pada 2009. Tercatat, ia pernah mengampu sejumlah jabatan, sebagai berikut:
- Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan di FPIK Unsoed
- Kepala Pusat Publikasi LPPM Unsoed
- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
Posisi Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dipegang Norman per 2022 lalu. Kala itu, Akhmad Sodiq yang memenangi pemilihan Rektor Unsoed menunjuknya menjadi Warek III, sedangkan Kuat Puji Prayitno diminta mengisi pos Warek II bidang keuangan. Ketiganya dijerat OTT KPK pada akhir Agustus 2026.
Jumlah Kekayaan Norman Arie Prayogo
Dilihat dari laman resmi E-Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (E-LHKPN) KPK, laporan terakhir Norman disampaikan pada 2 April 2026 periodik 2025. Dalam dokumen itu, ia tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 1.750.000.000 (1,7 miliar).
Porsi terbesar kekayaannya datang dari harta tanah dan bangunan. Sosok Warek III Unsoed yang menjabat sejak 2022 lalu itu memiliki tanah dan bangunan seluas 262 meter persegi/200 meter persegi di Banyumas senilai 950 juta.
Ia juga mencatatkan kekayaan kas sebanyak 500 juta rupiah dan alat transportasi dan mesin sebesar 430 juta rupiah. Dikurangi utang 130 juta rupiah, harta bersih Norman berjumlah 1,7 miliar rupiah.
Kekayaan Norman di LHKPN terbaru:
- Tanah dan bangunan: Rp 950.000.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp 430.000.000
- Kas dan setara kas: Rp 500.000.000
- Utang: Rp 130.000.000
Itulah sekilas mengenai profil Norman Arie Prayogo, Warek III Unsoed bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang diamankan KPK.
