Penambang Pasir Tewas Tertimpa Longsor di Lereng Merapi Klaten

Penambang Pasir Tewas Tertimpa Longsor di Lereng Merapi Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 20:50 WIB
Alur Sungai Woro di Kecamatan Kemalang, Klaten berhulu di Gunung Merapi.
Alur Sungai Woro di Kecamatan Kemalang, Klaten berhulu di Gunung Merapi. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Seorang penambang pasir dan batu manual atau tradisional, M (43) warga Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Klaten meninggal dunia tadi siang. Korban tertimpa materil batu dan pasir di alur Sungai Woro, lereng Gunung Merapi.

Kasi Humas Polresta Klaten AKP Suwoto saat dikonfirmasi detikJateng menjelaskan kejadian sekitar pukul 08.40 WIB. Lokasinya di Sungai Woro Dukuh Trayu, Desa Kendalsari.

"Lokasi kejadian di Kali Woro Dukuh Trayu, Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang. Kronologisnya korban bersama beberapa rekan datang ke lokasi," terang Suwoto, Rabu (12/8/2026) sore melalui ponselnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setibanya di lokasi, terang Suwoto, kemudian korban bersama kedua temannya mulai menggali tebing yang terletak di aliran sungai. Ketinggian tebing sekitar empat meter.

ADVERTISEMENT

"Ketinggian tebing sekitar empat meter. Kemudian tebing yang sedang digali longsor dan material longsoran berupa pasir dan batu menimpa korban," lanjut Suwoto.

Panjang batu, sebut Suwoto sekitar 1,5 meter dengan tebal 60 centimeter. Diperkirakan batu tersebut mengenai kepala korban dan menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala.

"Menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala. Melihat hal itu beberapa saksi meminta tolong kepada warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemalang," jelas Suwoto.

Setelah dievakuasi ke rumah duka, imbuh Suwoto, tim INAFIS Polresta Klaten bersama tim medis Puskesmas Kemalang melakukan pemeriksaan luar. Diduga korban meninggal dunia karena benturan benda keras.

"Hasil pemeriksaan diduga kuat korban meninggal dunia karena benturan benda keras yang menyebabkan luka kepala," papar Suwoto.

" Keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak menuntut proses hukum selanjutnya, tidak berkenan diautopsi," sambungnya.

Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko menjelaskan korban berangkat ke lokasi bersama tiga orang rekannya. Saat mengeruk pasir secara manual mendadak pasir dan batu longsor.

"Batu mengenai kepala sehingga korban meninggal di lokasi. Kemudian dibawa pulang, dari pemeriksaan meninggalnya karena benturan di kepala," ungkap Sarwoko saat dihubungi detikJateng.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads