165 Siswa MAN 2 Banyumas Diduga Keracunan MBG, 104 Masih Bergejala

165 Siswa MAN 2 Banyumas Diduga Keracunan MBG, 104 Masih Bergejala

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 20:50 WIB
Ilustrasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Ilustrasi keracunan MBG. Foto: Edi Wahyono
Banyumas -

Sebanyak 165 siswa MAN 2 Banyumas mengalami keluhan sakit setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (10/8). Hingga kini, 104 siswa masih sakit dan menjalani perawatan secara rawat jalan di rumah.

Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Banyumas, Dwi Asih Lintarti, mengatakan data tersebut diperoleh dari pendataan terhadap penerima manfaat MBG di MAN 2 Banyumas.

Dari total 1.641 penerima manfaat yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik, sebanyak 219 orang telah mengisi pendataan melalui Google Form. Dari jumlah itu, 165 siswa dilaporkan mengalami keluhan sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 165 siswa mengalami keluhan sakit, 61 di antaranya telah dinyatakan sembuh, sementara 104 siswa masih dalam kondisi sakit. Sedangkan 54 orang lainnya tidak mengalami keluhan," kata Dwi Asih saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (12/8/2026).

Dwi mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji sampel untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa. Dia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji sampel. Jadi untuk penyebabnya, jangan sampai kita mendahului hasil pemeriksaan," ujarnya.

Menurutnya, hal yang paling penting saat ini adalah memastikan para siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan dan terus dipantau kondisinya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Wakil Ketua Satgas MBG Banyumas, Nungky Harry Rachmat, mengatakan keluhan para siswa diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi pada Senin (10/8). Menu yang disajikan saat itu beragam.

"Itu MBG hari Senin. Jadi menunya ada nasi putih, ayam dadu bumbu woku, tumis pokcoy jagung, orek tempe, serta buah anggur merah," kata Nungky.

Makanan tersebut diproduksi oleh SPPG Mersi 2. Dari total 3.103 porsi yang didistribusikan SPPG tersebut, sebanyak 1.642 porsi dialokasikan untuk MAN 2 Banyumas.

Selain itu, makanan yang sama juga didistribusikan ke MTsN 1 Banyumas. Namun, sejauh laporan yang diterima Satgas MBG, tidak ada keluhan dari penerima manfaat di sekolah tersebut.

"Yang terkena dampak, artinya diduga keracunan itu memang hanya di MAN 2. Sedangkan di MTs 1 Banyumas, yang juga mendapatkan ini yang sama, tidak ada keluhan," jelasnya.

Para siswa MAN 2 Banyumas mulai mengalami gejala pada Senin malam. Keluhan yang dilaporkan antara lain sakit perut dan diare.

"Gejala keracunannya memang yang dilaporkan saat itu adalah di MAN2 Banyumas. Dengan gejala sakit perut dan diare," ujarnya.

Nungky memastikan hingga saat ini belum ada siswa yang dilaporkan harus menjalani rawat inap di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

"Sejauh yang kami dapat informasinya, tidak ada atau belum ada. Artinya rawat jalan. Semua ditangani di rumah," ujarnya.

Dia juga menyebut belum ada laporan siswa yang mengalami kondisi parah.

"Tidak. Ini juga kami masih menunggu hasil uji lab," katanya.

Satgas MBG Banyumas kemudian mengambil langkah dengan menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG Mersi 2. Penghentian dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

"Sementara sambil menunggu pemeriksaan hasil dari laboratoriumnya, sementara kita hentikan dulu MBG-nya yang dari Mersi 2. Di-off-kan sementara," ujar Nungky.

Dia mengatakan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut membutuhkan waktu. Hasil uji laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui sekitar 2-3 minggu.

"Karena ini kan memang proses pengecekan untuk uji racunnya kurang lebih 2-3 minggu baru keluar," jelasnya.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads