Polda Metro Jaya Mulai Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas

Polda Metro Jaya Mulai Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 10:53 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan kepada wartawan sebelum proses ekshumasi dimulai di kompleks makam Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan kepada wartawan sebelum proses ekshumasi dimulai di kompleks makam Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Proses ekshumasi makam almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, dimulai hari ini. Tim gabungan dokter forensik akan memeriksa jenazah Sutrimo untuk mengungkap riwayat medis hingga kemungkinan penyebab kematiannya.

"Pelaksanaan ekshumasi di hari Rabu 12 Agustus 2026 sekiranya pukul 09.30 akan dimulai. Ada tiga tahapan kegiatan hari ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan di lokasi, Rabu (12/8/2026).

Tahap pertama yakni pembongkaran makam atau ekshumasi. Setelah jenazah diangkat, tim akan melakukan pemeriksaan bagian luar tubuh. Selanjutnya, tim akan melakukan pemeriksaan bagian dalam jenazah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pertama, pelaksanaan bongkar kuburan atau lebih banyak kita kenal dengan istilah ekshumasi. Yang kedua, ada pemeriksaan luar jenazah ini sesuai untuk mengetahui identitas jenazah sesuai dengan surat permohonan penyidik terhadap identitas yang diperiksa. Yang ketiga, ada pemeriksaan bagian dalam," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Budi menjelaskan ekshumasi tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan. Penanganan perkara dilakukan melalui kolaborasi sejumlah institusi kepolisian, yakni Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas, Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Pelaksanaan hari ini merupakan proses dari penyidikan. Ini kolaborasi dukungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas bersama Polda Metro Jaya dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," jelasnya.

Budi mengatakan proses tersebut bermula dari adanya dua laporan masyarakat. Salah satunya dilaporkan ke Bareskrim Polri, sedangkan laporan lainnya dibuat keluarga almarhum Sutrimo di Polresta Banyumas.

"Ada dua laporan masyarakat. Yang pertama di Bareskrim, yang kedua laporan keluarga almarhum Saudara S (Sutrimo) di Polresta Banyumas," ungkap Budi.

Dari laporan tersebut, polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan. Ekshumasi pun dilakukan untuk mendukung proses penyidikan tersebut.

Budi juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada keluarga Sutrimo selama proses ekshumasi berlangsung. Dia menekankan keluarga telah memberikan izin secara resmi agar jenazah diperiksa.

"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan sekalian, kita memberi ruang, ruang empati, kepada keluarga almarhum," tuturnya.

"Keluarga almarhum sudah memberikan izin, memberikan restu secara resmi untuk dilakukan ekshumasi pemeriksaan jenazah," imbuhnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui riwayat medis almarhum serta mencari temuan yang dapat membantu penyidik mengungkap perkara tersebut.

"Untuk mengetahui riwayat medis maupun apa yang akan kita harapkan di dalam penemuan ini oleh tim gabungan dokter forensik," jelasnya.

Hasil pemeriksaan forensik nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam proses penyidikan untuk mengungkap kondisi medis serta fakta-fakta terkait kematian Sutrimo.

Diberitakan sebelumnya, proses ekshumasi makam almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, menarik perhatian warga. Sejumlah warga bahkan datang dari desa tetangga karena penasaran ingin melihat proses pembongkaran makam tersebut.

Pantauan detikJateng, hingga pukul 09.00 WIB sejumlah warga silih berganti mendatangi lokasi makam. Meskipun akses hanya bisa dilalui satu kendaraan mobil, warga rela untuk memarkirkan kendaraannya jauh dan datang berjalan kaki.

Dari informasi yang didapat, seharusnya ekshumasi dilakukan pukul 10.00 WIB. Namun pada Selasa (11/8) malam, dari pihak kepolisian menginformasikan jadwal ekshumasi dimajukan menjadi pukul 08.00 WIB.

Meski begitu hingga pukul 09.00 WIB, belum ada tanda-tanda proses ekshumasi akan dimulai. Namun petugas penggali kubur nampak mondar-mandir mengisi air yang lokasinya berada di depan area makam.



(alg/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads