Proses ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, menarik perhatian warga. Sejumlah warga bahkan datang dari desa tetangga karena penasaran ingin melihat proses pembongkaran makam tersebut.
Pantauan detikJateng, hingga pukul 09.00 WIB sejumlah warga silih berganti mendatangi lokasi makam. Meskipun akses hanya bisa dilalui satu kendaraan mobil, warga rela untuk memarkirkan kendaraannya jauh dan datang berjalan kaki.
Dari informasi yang didapat, seharusnya ekshumasi dilakukan pukul 10.00 WIB. Namun pada Selasa (11/8) malam, dari pihak kepolisian menginformasikan jadwal ekshumasi dimajukan menjadi pukul 08.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu hingga pukul 09.00 WIB, belum ada tanda-tanda proses ekshumasi akan dimulai. Namun petugas penggali kubur nampak mondar-mandir mengisi air yang lokasinya berada di depan area makam.
Salah satu warga setempat Warti mengaku sengaja datang karena penasaran lantaran proses ekshumasi seperti ini belum pernah terjadi di daerahnya.
"Saya datang ke sini karena penasaran. Baru pertama kali ada yang seperti ini. Di daerah sini belum pernah," kata Warti kepada detikJateng di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Warti datang bersama suaminya menggunakan sepeda motor. Kendaraannya bahkan harus diparkir cukup jauh dari lokasi makam.
Namun, Warti tidak dapat mendekat ke lokasi ekshumasi karena area tersebut dijaga dan dibatasi untuk masyarakat. Dia akhirnya hanya bisa menyaksikan dari luar.
"Tadi diantar suami, sepeda motornya diparkir di sana, lumayan jauh. Tapi ternyata tidak bisa masuk. Ya tidak apa-apa, nonton dari sini. Sebenarnya kalau bisa masuk ya kepengin," ujarnya.
Rasa penasaran serupa juga dirasakan Tika, warga dari Desa Cikakak. Dia mengaku mengetahui adanya proses ekshumasi tersebut dari media sosial.
"Saya datang dari Cikakak. Saya dengar dari medsos, jadi penasaran buat datang ke sini. Tadi berangkat bareng suami naik sepeda motor," kata Tika.
Meski menarik perhatian warga, jelang ekshumasi petugas kepolisian melakukan pengamanan di area garis polisi. Polisi menyiagakan ratusan personel untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan sebanyak 183 personel diterjunkan untuk mengamankan proses ekshumasi makam Sutrimo.
"Kami telah menyiapkan pengamanan anggota yang disiagakan 183 personel. Hal ini untuk menjaga proses ekshumasi makam almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas," ujar Petrus.
Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menyatakan bakal mengekshumasi jenazah Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Direncanakan, ekshumasi berlangsung hari ini.
"Barusan ditanyakan ya terkait ekshumasi. Kami sudah menerima pelimpahan laporan polisi dari Bareskrim Polri, kemudian laporan polisi dari Polresta Banyumas," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (10/8), dilansir detikNews.
Kasus kematian Sutrimo kini resmi ditangani Polda Metro Jaya. Karena itu, ekshumas terhadap jenazah Sutrimo akan digelar di Banyumas hari Rabu lusa.
"Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan. Insyaallah hari Rabu besok lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas," bebernya.
"Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan," tambah Iman.
