Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas Hari Ini

Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas Hari Ini

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 07:29 WIB
Suasana makam Sutrimo jelang ekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026).
Suasana makam Sutrimo jelang ekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Solo -

Hari ini, polisi akan melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polresta Banyumas melakukan penjagaan makam di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon.

Dikatakan Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, penjagaan itu untuk memastikan akam tetap seperti semula hingga proses ekshumasi dilakukan. Menurutnya, jenazah dalam perkara tersebut memiliki status sebagai barang bukti.

"Teknisnya, yang penting kita menyampaikan bahwasanya makamnya kita jaga. Bagian yang akan diekshumasi itu adalah jenazah. Jenazah itu merupakan barang bukti," kata Petrus saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan barang bukti tersebut kemudian ditetapkan dalam kondisi status quo. Salah satu bentuk pengamanan yang dilakukan yakni dengan menempatkan personel untuk menjaga makam selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

"Barang bukti itu kemudian kita status quo, status quo dengan cara kita jaga 24 jam," ujarnya.

Dia menegaskan status quo bukan berarti keluarga maupun warga sama sekali dilarang mendatangi makam. Namun, polisi memastikan tidak ada pihak yang melakukan tindakan yang dapat mengubah kondisi makam atau berpotensi menghilangkan barang bukti.

"Pokoknya begini, dari status quo makam itu bukannya tidak boleh semuanya datang, misalnya keluarga, gimana. Tapi kita harus menjaga bahwa dari tangan-tangan orang yang seandainya ingin menghilangkan barang bukti," katanya.

Penjagaan tersebut dilakukan sembari menunggu pelaksanaan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Proses ekshumasi nantinya menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengetahui kondisi jenazah dan membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Keluarga Takkan Hadir

Dalam ekshumasi hari ini, pihak keluarga menyatakan tidak akan hadir. Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkap kondisi psikologis kliennya menjadi perhatian utama.

"Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepleset aja kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah," terangnya.

Aan memastikan keluarga Sutrimo sudah siap dan memilih menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat penegak hukum. Keluarga juga menyatakan tidak akan menolak proses ekshumasi maupun hasil yang nanti diperoleh dari pemeriksaan jenazah Sutrimo.

"Pada prinsipnya keluarga sekarang sudah tatag, tinggal nunggu hasil ekshumasi. Pihak keluarga sudah memberikan pernyataan, tidak akan menolak atau apa pun," ujar dia.

"Memang pihak keluarga memutuskan untuk kehadirannya hanya diwakili oleh saya. Alasan keluarga tidak ikut menyaksikan, nggak bakal kuat," imbuhnya.

Pernyataan yang sama disampaikan kakak tiri almarhum, Tukim. Ia menegaskan keluarga ikhlas dengan pelaksanaan ekshumasi. Mereka juga siap menerima apa pun hasil pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo nantinya.

"Ya, ikhlas. Apa pun hasilnya nanti," tegas Tukim.

Ia menuturkan sang ibu sudah mengetahui rencana ekshumasi putranya. Tukim menjabarkan kondisi ibunya masih syok.

"Saat ini ya masih shock sih, tapi sudah mendingan, agak mendingan," terangnya.

Tukim mengatakan doa bersama tersebut baru akan dilakukan setelah jenazah selesai dikebumikan kembali. Untuk malam ini, keluarga tidak menggelar doa bersama.

"Ya, habis kalau sudah dikebumikan kembali, di rumah duka ada doa bersama. Kalau malam ini (Selasa malam) enggak," katanya.

Suasana makam Sutrimo jelang ekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026).Suasana makam Sutrimo jelang ekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Saksi Diperiksa Ulang

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan lima orang saksi yang sebelumnya sudah diperiksa, kini kembali menjalani pemeriksaan.

Ia menjabarkan pemeriksaan kali ini berbeda dari yang sebelumnya. Jika sebelumnya para saksi dimintai keterangan dalam tahap penyelidikan, kini pemeriksaan dilakukan dalam tahap penyidikan atau pro justitia.

"Kalau dari Polsek tadi, kami jadi kan gini. Dulu klien kami itu dimintai keterangan dalam penyelidikan. Nah, hari ini dimintai keterangan dalam penyidikan, sudah pro justitia oleh penyidik dari Polda Metro Jaya," kata dia.

Menurut Aan, para saksi yang diperiksa hari ini merupakan orang-orang yang sebelumnya telah dipanggil dan dimintai keterangan saat kasus masih dalam tahap penyelidikan.

"Jadi memang kita hari ini, tadi saksi-saksi yang pernah dipanggil dan diperiksa dalam penyelidikan, hari ini juga sudah diperiksa ulang di Polsek," ujarnya.

Total ada lima orang yang menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari keluarga pelapor serta unsur perangkat Desa Wlahar yang dianggap mengetahui informasi terkait perkara tersebut.

"Lima. Lima itu ada dari keluarga pelapor Pak Tukim, kemudian Mbak Anies, lalu kemudian Mas Soim, lalu kemudian Pak RT dan Pak Carik," jelasnya.

Aan menjelaskan kelima saksi tersebut berasal dari unsur keluarga dan aparat desa. Khusus ketua RT, kata dia, yang bersangkutan memiliki kedekatan dengan keluarga dan kerap menjadi tempat untuk menyampaikan cerita atau keluhan.

"Keluarga dan aparat desa. Kalau Pak RT itu kebetulan kadang suka diajak curhat seperti itu," ungkap Aan.

Diketahui, Polda Metro Jaya sudah menerima pelimpahan laporan polisi dari Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas. Karena itu, Polda Metro menjadwalkan ekshumasi makam Sutrimo pada hari ini.

"Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan. Insyaallah hari Rabu besok lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas," beber Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (10/8).



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads