Kebakaran melanda satu unit rumah di Jalan Kerapu Timur, RT11/RW1 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Akibatnya, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Pantauan detikJateng di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, api telah padam. Namun tampak satu rumah ludes terbakar.
Rumah tersebut berlokasi di permukiman padat penduduk. Tampak petugas Damkar, kepolisian, hingga PMI berada di lokasi.
Banyak warga yang tengah menonton kejadian tersebut. Petugas Damkar hingga kepolisian masih melakukan pendinginan. Terdapat dua unit armada pemadam di lokasi.
Api tidak sempat merembet ke rumah-rumah yang berada di samping kanan, kiri, maupun belakang hunian.
Tampak petugas PMI membawa korban kebakaran menggunakan satu buah keranda ke dalam mobil ambulans. Diketahui korban adalah perempuan bernama Susilowati (46) yang merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menerangkan pihaknya mendapat laporan kebakaran tersebut saat rapat. Ade langsung menuju lokasi terdampak.
"Tadi mendapat informasi masuk ketika rapat, ikut mobil masuk. Sampai sini tidak sampai lima menit," kata Ade saat ditemui di lokasi kebakaran, Rabu (22/7/2026).
Ade menyebut pihaknya baru mengetahui adanya korban saat sudah empat menit di lokasi. Korban berada di pojok belakang rumah.
"Setelah empat menit, teman-teman baru tahu kok ada korban di bagian belakang di ujung, di dekat sumur," sebutnya.
Ade menduga korban mencoba melindungi diri. Mengingat posisi korban yang dekat dengan sumber air.
"Sepertinya korban telah mencoba melindungi diri karena posisinya yang dekat dengan sumber air," terangnya.
Hingga kini, Ade menerangkan, pihaknya masih belum mengetahui penyebab maupun kronologi kebakaran. Tim investigasi tengah melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.
"Belum, nanti kami ada tim investigasi yang turun," uangkapnya.
Adapun pemadaman kurang lebih berlangsung selama 30 menit. Adapun api membakar satu rumah yang dihuni dua kepala keluarga (KK).
"Satu rumah tapi ini dua KK," sebut Ade.
Sementara itu, warga sekitar, Yani (43), menerangkan dirinya tengah tidur di rumahnya saat terjadi kebakaran sekitar pukul 14.30 WIB. Lantas dia pun terbangun.
Saat itu Yani langsung keluar rumah dan menjumpai api sudah besar. Dia dan warga lainnya pun berupaya memadamkan api secara mandiri.
"Saya keluar api sudah besar. Saya nggak mikir apa-apa, saya langsung nyari selang dan ember buat bapak-bapak nyusuri air itu," sebutnya.
Yani pun khawatir api merembet ke rumah di samping hunian terbakar.
"Itu ngurusi rumah di sebelahnya, takutnya merembet. Saya jebol rumah sebelahnya," ujarnya.
Menurut Yuni, warga sekitar pun bergotong-royong untuk memadamkan api. Sebab sumber air terbatas sembari menunggu kedatangan Damkar.
Dia menyebut hanya satu orang yang berada di rumah, yakni korban. Adapun tiga anggota keluarga terdampak berada di luar rumah.
"Iya (hanya satu orang di dalam rumah)," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, membenarkan terkait informasi korban perempuan merupakan ODGJ.
"Korban itu ODGJ, Mas," kata Tantri saat dimintai konfirmasi detikJateng di lokasi.
Simak Video "Video: 7 Orang Tewas dalam Kebakaran Lokasi Konstruksi di Moskow"
(alg/apl)