1 Balita Korban Kebakaran di Banyumanik Semarang Jalani Operasi

1 Balita Korban Kebakaran di Banyumanik Semarang Jalani Operasi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 28 Agu 2026 10:35 WIB
Kondisi rumah di semarang yang terbakar.
Kondisi rumah di semarang yang terbakar. Foto: Dok. Damkar Kota Semarang
Semarang -

Seorang balita bernama Arkana (4), korban kebakaran rumah di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, menjalani operasi di rumah sakit. Sebelumnya, seorang balita lainnya yang berusia lima bulan bernama Nail dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, menerangkan Arkana sempat dirujuk ke RSUP Dr Kariadi di Kecamatan Semarang Selatan pada Rabu (27/8) malam. Balita tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Hermina di Banyumanik bersama mendiang Nail dan seorang asisten rumah tangga (ART), Nurjannah (50).

"(Arkana semalam dirujuk ke RSUP Dr Kariadi?) Iya, betul," kata Hengky saat dihubungi detikJateng, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hengky menyebut Arkana dirujuk ke RSUP Dr Kariadi untuk menjalani operasi. Namun, Hengky masih belum mengetahui detail operasi apa yang dijalani balita tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kondisinya begitu tapi habis operasi di Kariadi. Kita menunggu kondisi ke depan. (Operasi apa?) Operasi kurang 86 (paham)," sebutnya.

Hengky kini berada di rumah duka di Srondol Wetan. Jenazah Nail bakal dimakamkan di rumah neneknya di Gajahmungkur.

"Ini saya di rumah duka. Di neneknya itu mau pemakaman di Gajahmungkur," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, balita berusia lima bulan bernama Nail yang menjadi korban kebakaran rumah di Banyumanik, Kota Semarang, dinyatakan meninggal dunia semalam.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono mengonfirmasi kabar meninggalnya balita tersebut.

"Yang meninggal identitas laki-laki umur 5 bulan. (Namanya Nail?) Iya, Mas," kata Tantri kepada detikJateng melalui pesan singkat, Kamis (27/8) malam.

Tantri menyebut korban meninggal sekitar pukul 19.20 WIB. Namun, belum ada informasi lebih lanjut di mana Naik mengembuskan napas terakhir.

"(Meninggal) Kurang lebih jam 19.20," ujar Tantri.

Tiga Orang Luka Bakar Saat Kebakaran Rumah

Kebakaran melanda rumah di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/7) siang. Akibatnya, tiga penghuni rumah mengalami luka bakar.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut saat kebakaran terdengar suara ledakan. Tantri mengatakan, kemungkinan ledakan itu berasal dari tabung gas yang bocor di ruangan tertutup.

"Pertama ada ledakan di dapur itu temboknya pecah. Dan ruangan tertutup," kata Tantri saat dihubungi awak media, Kamis (27/8).

Saat kebakaran terjadi, ada tiga penghuni di dalam rumah. Ketiganya yakni Nurjannah (50) sebagai asisten rumah tangga (ART) serta Nail (6 bulan) dan Arkana (4) yang merupakan anak perempuan pemilik rumah.

Ketiganya berada di ruang keluarga. Ruangan tersebut juga digunakan sebagai dapur.

"Jadi dia posisi dapur yang kebakar dari tabung gas. Dapur jadi satu dengan ruang keluarga," sebut Tantri.

Sementara itu, hanya terdapat satu pintu keluar di rumah. Para korban diselamatkan oleh warga sekitar.

"Dia terjebak di ruangan tengah dan untungnya sempat keluar. Korban diselamatkan warga," ungkap Tantri.

Adapun dua balita mengalami luka bakar cukup serius. ART rumah tersebut mengalami luka bakar ringan. Ketiganya lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Hermina di Banyumanik.

"Luka bakar anak-anak itu hampir sekujur tubuh. (Para korban) Dibawa ke RS dari warga setempat" terang Tantri.

Adapun bagian rumah yang terbakar adalah plafon hingga atap rumah. Barang-barang di ruangan keluarga juga hangus.

Tantri menyebut kendala yang dialami petugas di lapangan adalah gang sempit. Mobil pemadam kesulitan masuk ke lokasi.

"Gangnya sempit sekali dan sangat ngepres," ucapnya.

Tantri mengimbau masyarakat agar rutin untuk mengecek tabung gas dan regulatornya. Dia juga meminta agar selalu memeriksa kelistrikan di rumah.

"Banyak terjadi kebocoran gas. Saya mengimbau untuk memastikan tutup dan regulator itu dicek agar aman. Korsleting listrik itu seperti charger HP dan apa itu harus diperiksa terus," pungkasnya.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads