Dua rumah yang merupakan milik ketua RT dan RW di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, terbakar diduga akibat korsleting listrik. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menerangkan pihaknya mendapat laporan kebakaran pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Adapun dua rumah yang terbakar adalah milik Memet Keisyanto sebagai Ketua RW 8 dan istri Ketua RT 4, Santi.
Tantri mengatakan rumah keduanya bersebelahan. Adapun api diduga berasal dari rumah milik Santi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya saksi 1 pemilik rumah (Santi) sedang berada di dalam rumah mendengar suara percikan korsleting listrik di rumahnya. Rumah yang terbakar itu punyanya Pak RT sama Pak RW, jadi bersebelahan" kata Tantri saat dihubungi detikJateng hari ini.
Selanjutnya, tetangga meneriaki Santi setelah melihat percikan korsleting. Santi pun keluar rumah, tetapi api telah membesar.
"Kemudian para tetangga yg melihat konsleting tersebut, meneriaki pemilik rumah. Kemudian saksi 1 yang mendengar suara tersebut keluar rumah, namun api sudah membesar dan membakar seluruh rumah. Api cepat membesar karena rumah sebagian besar terbuat dari kayu," jelas Tantri.
Api pun merambat ke rumah Memet. Memet mendatangi rumahnya lantaran mendengar keramaian di sekitar rumahnya.
"Lalu saksi 2 (Memet) yang mendengar keramaian tersebut, mendatangi rumahnya. Setelah itu saksi 2 berupaya memadamkan api menggunakan selang air terdekat, namun api sudah membesar dan tidak terkendali," ungkap Tantri.
Warga pun langsung meminta bantuan Damkar Kota Semarang untuk memadamkan kebakaran dua rumah tersebut. Adapun personel yang diterjunkan mencapai 40 orang dengan delapan mobil pemadam.
Saat tiba di lokasi, tim Damkar kesulitan untuk masuk ke lokasi lantaran jalan yang sempit. Petugas pemadam kebakaran pun terpaksa membongkar pagar kelenteng di sekitar lokasi.
"Agak kesulitan tadi akses jalan masuknya kan sempit. Makanya kita bongkar pagar di kelenteng untuk masuk melakukan penyemprotan," jelasnya.
Petugas Damkar berjibaku memadamkan api sekitar selama tiga jam. Pada pukul 15.30 WIB api pun padam dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, total kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
"Kerugian materi dalam kejadian tersebut kurang lebih Rp 100 juta," pungkas Tantri.
(aku/afn)
