Brrr! Puncak Merbabu Masih Membeku Pagi Ini

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 12:44 WIB
Suasana puncak Gunung Merbabu berselimut embun beku. Foto diunggah Selasa (14/7/2026). Foto: Dok BTNGMb
Boyolali -

Suhu dingin ekstrem masih terjadi di Gunung Merbabu pada dini hari tadi. Dampaknya, embun beku pagi tadi juga masih muncul di kawasan puncak gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah ini.

"Masih ada (embun beku tadi pagi), tapi (suhu udara) sudah tidak sedingin kemarin," kata Humas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Dian Saraswati, kepada detikJateng, Rabu (15/7/2026).

Dari hasil pemantauan petugas BTNGMb di area Pos Sabana 1, suhu udara di kawasan Puncak Merbabu mencapai di bawah 10 dejarat celcius. Bahkan hasil pemantauan pada tanggal 10 Juli 2026 lalu, pada pukul 05.30 WIB di area Pos Sabana 1, suhu udara mencapai minus 1 derajat celcius.

Embun beku itu menutupi rerumputan maupun media lain yang dipenuhi embun. Rerumputan pun nampak memutih karena tertutup embun beku tersebut.

Dikemukakan, embun beku terjadi di kawasan puncak Gunung Merbabu, mulai di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3.145 mdpl. Elevasi yang tinggi membuat penurunan suhu di Gunung Merbabu terasa jauh lebih ekstrem.

"(Embun beku) Mulai di ketinggian 2.000 mdpl ke atas," imbuhnya.

Tips Persiapan Sebelum Mendaki

Terkait kondisi suhu udara yang ekstrem atau fenomena mbediding itu, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengingatkan kepada para pendaki, mewaspadai hipotermia. Sebagai langkah mitisigasi, BTNGMb mewajibkan pendaki menerapkan langkah keselamatan.

Dian menjelaskan, beberapa langkah keselamatan bagi para pendaki menghadapi suhu dingin ekstrem ini. Pertama, manajemen pakaian dan perlengkapan. Pendaki diminta menggunakan pakaian berlapis atau layering system untuk mengunci panas tubuh.

"Wajib membawa jaket hangat (thermal/down jacket), balaclava (penutup kepala/wajah), sarung tangan, kaus kaki hangat, serta sleeping bag standar pendakian dan matras sebagai isolator alas tidur. Selalu siapkan pakaian ganti kering di dalam dry bag," jelasnya.

Kedua, lanjut dia, sebelum melakukan pendakian juga diminta mengecek prakiraan cuaca resmi secara berkala. Dan pastikan waktu istirahat atau tidur tercukupi agar kondisi fisik prima.

"Ketiga, manajemen nutrisi. Tubuh membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan panas di suhu dingin. Jangan melewatkan sarapan sebelum mendaki, bawa logistik makanan berkalori tinggi, minum air secara teratur agar tidak dehidrasi, serta konsumsi minuman hangat saat beristirahat," papar dia.

Lebih lanjut pihaknya juga membagikan tips keselamatan saat camping. Saat bermalam di camp ground, pendaki diminta untuk memastikan bahwa tenda terpasang dengan kokoh dan terlindung dari terpaan angin langsung. Hindari tidur mengenakan pakaian yang basah atau lembap oleh keringat sisa mendaki siang hari.

"Pendaki juga sangat dilarang tidur dalam kondisi perut kosong karena tubuh membutuhkan energi aktif untuk menstabilkan suhu internal sepanjang malam," tambahnya.

Dian menegaskan, bahwa BTNGMb kini juga telah menyediakan Shelter Emergency yang terletak di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting. Keberadaan shelter ini sebagai wujud komitmen terhadap keselamatan pengunjung. Fasilitas shelter emergency ini berfungsi sebagai pos penanganan awal dan ruang pertolongan pertama bagi pendaki yang mengalami kondisi darurat sebelum proses evakuasi. Shelter darurat ini didukung oleh sistem listrik tenaga surya, penerangan, CCTV, jaringan komunikasi Wi-Fi, serta instalasi penangkal petir.



Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"

(afn/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork