BPBD Jateng Catat Peningkatan Potensi Kebakaran Lahan, Edukasi Digencarkan

BPBD Jateng Catat Peningkatan Potensi Kebakaran Lahan, Edukasi Digencarkan

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 09:29 WIB
Kondisi hutan Gunung Merbabu wilayah Getasan, Kabupaten Semarang yang terbakar, Jumat (27/10/2023).
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto: dok. istimewa
Semarang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) mencatat terdapat 37 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada periode Juni-Juli 2026. BPBD juga mencatat kenaikan potensi terjadinya kebakaran di tengah fenomena El Nino.

"Kebakaran hutan lahan 37 kali. Tapi kalau ditambah dengan kebakaran gedung dan rumah itu bisa sampai 205 kali. 5 Juni sampai 12 Juli," sebut Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, saat dihubungi detikJateng, Selasa (14/7/2026).

Bergas menerangkan, peta sebaran karhutla di Jateng ada di 16 kabupaten dan kota. Kasus terbanyak terjadi di Blora dan Sukoharjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karhutla itu hanya di titik-titik tertentu, di 16 kabupaten kota. Paling banyak itu ada di Blora sama Sukoharjo," terangnya.

ADVERTISEMENT

Bergas menyebut dari puluhan kasus itu kebanyakan merupakan kebakaran lahan, yakni ladang tebu. Dia menduga tebu sengaja dibakar untuk mengurangi biaya operasional pascapanen.

"kalau lahan itu lebih cenderung dikarenakan sengaja dibakar, maksudnya yang tebu, ya. Ini rata-rata lahan tebu di mana istilahnya operasional pembersihannya itu lebih murah dibandingkan secara manual dengan manusia," ungkapnya.

Soal kebakaran lahan ilalang, Bergas menduga ada kaitannya dengan El Nino Godzilla. Sebab, ilalang yang bergesekan pada saat panas matahari melanda akan menyebabkan munculnya api.

"(Adakah karhutla yang berangkat dari dampak El Nino Godzilla?) Kalau kaitannya dengan ladang ilalang, Iya. ladang ilalang itu satu hamparan rumput tanah begitu yang ada pohon liarnya. Karena kering, dia ada kecenderungan karena panas tergesek-gesek gitu. Ini kan baru dugaan masih dalam Investigasi," bebernya.

Adapun kasus karhutla di Jateng pada tahun kemarin, Bergas menyebut tidak ada. Pada 2025 masih terjadi fenomena La Nina.

"Kalau tahun kemarin jelas nggak ada. Tahun kemarin kan kita lebih banyak terkena faktor La Nina, El Nino kan tahun ini. Kecuali di tahun 2022, 2023, 2024," sebutnya.

Potensi Meningkat

Diprediksi, kebakaran lahan masih akan terus terjadi sepanjang El Nino masih berlangsung.

"Prediksi ini setiap seminggu hasil update kami terjadi peningkatan, terjadi peristiwa kebakaran lahan ya. Semoga saja hutannya tidak," tutur Bergas.

Untuk mengantisipasi terjadinya karhutla, BPBD Jateng terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat. Dia juga mengimbau pemerintah daerah setempat untuk mensosialisasikan kepada warga agar tidak membakar tebu yang telah dipanen.

"Tentunya imbauan dan imbauan, edukasi ke masyarakat tetap harus dilaksanakan, utamanya dampak turunannya. Dampak yang diakibatkan dengan adanya kemarau panjang dengan intensitas suhu yang cukup tinggi ini tentunya masih berkaitan dengan dampak kebakaran," ucapnya.

"Ya harapannya ini tidak bisa di BPBD semata ya. Kalau imbauannya kita kepada pemerintah daerah untuk edukasi masyarakat kembali berkaitan dengan pemanenan lahan perkebunan supaya tidak dilakukan pembakaran," tegasnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads