Konvoi PSHT di Boyolali Ricuh, 4 Orang Kena Bacok-2 Motor Dibakar

Jarmaji - detikJateng
Senin, 29 Jun 2026 16:35 WIB
Petugas Damkar Boyolali, memadamkam api yang membakar motor di Banyudono, Boyolali. Foto: Dok Warga
Boyolali -

Konvoi perguruan silat usai mengikuti pengesahan warga baru di Boyolali, diwarnai kericuhan di sejumlah tempat, dini hari tadi. 4 orang luka bacok, 2 sepeda motor dibakar, sejumlah mobil di bengkel, dan rumah warga rusak.

Polres Boyolali menginventarisir sedikitnya ada tiga kejadian kericuhan di tiga lokasi berbeda. Yakni di wilayah Sambi, Banyudono, dan Teras menjadi lokasi kekerasan dan perusakan oleh sejumlah orang. Peristiwa tersebut terjadi hampir bersamaan sekitar pukul 01.00 WIB.

"Kami sampaikan masalah kejadian dini hari tadi berkaitan dengan kegiatan pengesahan PSHT yang ada di Gladaksari, Boyolali. Kejadian tadi malam terindikasi ada di tiga tempat," kata Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, dikonfirmasi para wartawan Senin (29/6/2026).

Minggu (28/6) malam, ada kegiatan pengesahan warga baru SPHT di Gladagsari, Boyolali. Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan, telah melakukan antisipasi pengamanan dan penyekatan di sejumlah titik, untuk mengantisipasi rombongan konvoi dari luar daerah.

Kericuhan pun terjadi di sejumlah tempat pada dini hari. Winarsih mengemukakan kejadian pertama di wilayah Desa Trosobo, Kecamatan Sambi. Rombongan 14 orang yang berboncengan mengendarai 7 sepeda motor, dihadang oleh 4 orang yang mengendarai 2 sepeda motor.

Para pelaku, orang tak dikenal tersebut langsung turun dari motor dan menyabetkan senjata tajam kepada rombongan 14 orang itu. Sehingga mereka berhamburan menyelamatkan diri.

"Yang dua (orang) kena sabetan (senjata tajam) di situ. Terduga pelaku langsung membakar sepeda motor (korban) terindikasi sepeda motor (Honda) PCX," jelasnya.

Kejadian berikutnya di wilayah Kecamatan Banyudono, Boyolali. Di jalan Solo-Semarang, di sebelah timur pertigaan Traffic Light Ngangkruk, di pinggir jalan dari arah Semarang menuju Solo. Waktu kejadiannya sekitar pukul 01.00 WIB.

"Di sana ada 2 anak sedang berhenti untuk buang air kecil di sebelah kiri jalan. Tahu-tahu dari belakang ada 4 orang (tak dikenal) turun membacok dengan senjata tajam. Lalu (pelaku) melarikan diri ke arah timur," imbuh dia.

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih. Foto: Jarmaji/detikJateng

Di lokasi ini, terduga pelaku juga membakar motor milik korban tersebut, hingga ludes. Petugas yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian dan berusaha memadamkan api menggunakan APAR.

Namun, api tak kunjung padam. Selanjutnya menghubungi Damkar Boyolali. Kedatangan Damkar pun sempat terjebak macet oleh konvoi rombongan perguruan silat yang memenuhi jalan Solo-Semarang itu.

"Kejadian ketiga ada di Teras, Boyolali. Jalan Solo-Semarang, di depan bengkel OJ Shock, bengkel mobil," paparnya.

Menurut dia, saat itu arus lalulintas sangat padat bersamaan kepulangan pengombyong (rombongan penggembira) pengesahan warga baru PSHT. Rombongan pendekar itu memadati jalan tersebut hingga arus lalulintas berhenti, baik dari arah barat maupun timur.

"Di situ tiba-tiba kurang lebih 4 atau 7 terindikasi pelaku, langsung memukul karyawan OJ Shock yang baru ada di depan bengkel tersebut. Setelah memukul dia langsung memecahkan kaca mobil yang ada di bengkel menggunakan batu," ungkap dia.

Disampaikan dia, ada tiga mobil yang kacanya pecah. Kemudian kaca jendela rumah bengkel juga ada yang pecah. Serta jendela rumah warga sebelah bengkel mengalami kerusakan. Setelah melakukan perusakan, para pelaku langsung lari.

Ditegaskan Winarsih, kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan petugas Sat Reskrim Polres Boyolali. Dari pihak mana para korban maupun pelaku, kini masih dalam pendalaman petugas.

4 Korban Baru dari Acara PSHT

Dua korban luka bacok di TKP Trosobo, Sambi dini hari itu langsung dibawa ke RS Asyifa Sambi. Sedangkan dua korban luka di Banyudono, dibawa ke RS Indriati, Boyolali.

Winarsih menambahkan, para korban luka bacok tersebut baru pulang setelah menghadiri kegiatan PSHT di Gladagsari tersebut.

"Betul. Jadi semua korban (luka bacok) itu setelah menghadiri acara PSHT," katanya.

Dalam rentetan kejadian, lanjut dia, total ada 4 orang yang mengalami luka bacok dari 2 TKP. Kemudian 3 mobil di bengkel rusak pada kacanya. Selanjutnya, kaca jendela bangunan bengkel dan rumah sebelah bengkel juga pecah.

Polisi belum bisa memastikan siapa dan apa motif para pelaku tersebut. Saat ini kasus tersebut masih dalam pengusutan.

"Terduga pelaku saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan," tegasnya.

Sedangkan pemilik bengkel, Ardi, mengaku tidak tahu persis kejadian dini hari tadi. Tiga mobil yang dirusak orang tak dikenal itu, rusak di bagian kaca. Sedangkan rumahnya, rusak di kaca depan.

"Ini (Mobil) milik pelanggan," katanya kepada para wartawan.




(afn/ams)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork