Pabrik Kayu di KIC Semarang Terbakar Pagi Ini

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 07 Jun 2026 08:55 WIB
Pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC) Ngaliyan, Kota Semarang, yang terbakar, Minggu (7/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Kebakaran melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indoputra di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Api diduga berasal dari ledakan mesin sebelum akhirnya merembet ke tumpukan kayu dan serbuk gergaji di area pabrik.

Salah satu saksi yang tak mau diungkap identitasnya mengatakan, ia tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB saat api sudah membumbung tinggi. Ia mengaku dihubungi untuk menyelamatkan ayam yang berada di kandang dekat pabrik.

"Saya ditelepon suruh ke sini, itu api sudah besar sekali. Saya mau menyelamatkan ayam di belakang itu, banyak yang mati juga," ungkapnya kepada detikJateng di lokasi, Minggu (7/6/2026).

Ia menyebut, Sabtu (6/6) kemarin pabrik hanya beroperasional setengah hari sehingga para karyawan sudah pulang. Saat kejadian pun hanya ada satpam di lokasi kejadian.

Kasi Operasi Damkar Kota Semarang, Agus Sulistyo, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik.

"Ini perusahaan yang bergerak di bidang kayu. Material yang terbakar kayu-kayu dan grajen atau serbuk kayu," kata Agus kepada detikJateng di lokasi, Minggu (7/6).

Pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC) Ngaliyan, Kota Semarang, yang terbakar, Minggu (7/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Menurutnya, informasi awal dari karyawan dan petugas keamanan menyebutkan sempat terdengar ledakan dari area mesin di bagian tengah pabrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan.

"Informasinya dari karyawan sini m ada ledakan di bagian mesin, cuma kita nggak paham mesin yang mana. Infonya di bagian mesin mesin bagian tengah," ucapnya.

"Dugaan awal dari situ kemudian api meluas karena di area sini banyak material kayu sama serbuk kayu dalam kondisi kering," lanjutnya.

Agus memperkirakan, sekitar 80-90 persen area terdampak kebakaran. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan sebagian bangunan di sisi timur pabrik agar tidak ikut dilalap api.

"Sebagian sisi timur masih bisa diselamatkan sehingga tidak semuanya terbakar," jelasnya.

Ia menyebit, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, aktivitas produksi belum berlangsung dan hanya ada petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

"Karyawan tidak ada karena masih off. Hanya security, sehingga tidak ada korban," katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya asap tebal yang berasal dari kayu dan serbuk gergaji yang terbakar. Selain itu, petugas sempat kesulitan mendapatkan sumber air.

"Kendala utama ketebalan asap. Kemudian awalnya kami juga mencari sumber air. Alhamdulillah dibantu perusahaan sekitar yang memiliki hidran," ujarnya.

Sebanyak tujuh armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, ditambah satu unit pendukung untuk mengangkut pompa dan peralatan lainnya.

Pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC) Ngaliyan, Kota Semarang, yang terbakar, Minggu (7/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Hingga pukul 08.27 WIB, petugas Damkar Kota Semarang masih melakukan pemadaman di beberapa titik dan pendinginan di area yang sudah berhasil dipadamkan.

"Yang di bagian belakang masih pemadaman karena apinya belum benar-benar padam. Sementara bagian dalam sudah tahap pendinginan," ucapnya.

Pantauan detikJateng pukul 08.00 WIB di pabrik yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, tampak sebagian besar area pabrik terbakar. Seng yang terpasang di sekitar pabrik yang terbakar tampak sudah beterbangan.

Atap pabrik juga roboh sementara serbuk gaji di dalam pabrik hampir seluruhnya ludes terbakar. Tampak ada sekitar empat armada Damkar Kota Semarang yang masih melakukan pemadaman di area belakang pabrik.



Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"

(apl/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork