Naik Taksi Online, Maling Modus Test Drive Gondol PCX di Semarang

Naik Taksi Online, Maling Modus Test Drive Gondol PCX di Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 22 Jul 2026 21:06 WIB
Motor PCX yang digondol maling modus test drive di Ngaliyan, Semarang, Minggu (19/7/2026).
Motor PCX yang digondol maling modus test drive di Ngaliyan, Semarang, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Joko Lestanto
Semarang -

Seorang warga Gondoriyo, Ngaliyan, Kota Semarang, menjadi korban pencurian bermodus test drive. Akibatnya, korban kehilangan motor Honda PCX. Maling yang berpura-pura sebagai calon pembeli motor itu mendatangi rumah korban dengan naik taksi online.

Kabar tersebut awalnya beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @kejadiansmg pada Rabu (22/7).

Saat dihubungi detikJateng, korban bernama Joko Lestanto mengatakan mulanya dirinya mengunggah foto motor PCX tahun 2025 itu di marketplace Facebook. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu lalu menghubungi Joko untuk membeli motornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya posting sekitar 3 hari. Terus pelaku menghubungi saya tanggal 19, hari Minggu pagi," kata Joko melalui pesan singkat kepada detikJateng, Rabu (22/7/2026).

Pada Minggu (19/7) pukul 06.50 WIB, pelaku menghubungi korban. Kemudian pada pukul 10.30 WIB, pria tersebut datang ke rumah Joko dengan naik mobil.

ADVERTISEMENT

"Jam 10.30 pelaku sampe rumah saya dengan mobil. Pelaku dan sopir sempat turun (dari) mobil dan masuk ke rumah saya," ujar Joko.

Motor PCX yang digondol maling modus test drive di Ngaliyan, Semarang, Minggu (19/7/2026).Motor PCX yang digondol maling modus test drive di Ngaliyan, Semarang, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Joko Lestanto

Lantaran posisi mobil itu diparkir di tengah jalan, Joko pun meminta sopir untuk menepikan mobilnya. Saat itu pelaku langsung mengecek motor korban dan meminta untuk melakukan test drive.

"Saya suruh si sopir untuk memindahkan mobilnya karena mengganggu jalan. Saat sopir sedang memindahkan mobil, si pelaku langsung gercep ke unit sepeda motor. Dia langsung mengecek motor sesingkat mungkin, lalu meminta untuk test drive," ungkap Joko.

Joko pun sempat menanyakan kepada pelaku soal siapa sopir mobil tersebut. Pelaku pun menjawab bahwa sopir mobil itu ialah anaknya.

"Saya sempat tanya pelaku siapa sopir tersebut, posisi sopir masih memindahkan mobil. Pelaku menjawab anaknya," ucap dia.

Joko pun tidak menaruh curiga. Lantas dia mengizinkan pelaku untuk mencoba motornya.

"Saya merasa aman karena mungkin benar anaknya. Setelah saja izinkan, pelaku langsung mencoba motor saya," tuturnya.

Sementara itu saat ditanya, sopir mobil itu menjawab dirinya driver Ojol. Joko pun baru sadar bahwa pria yang mencoba motornya itu ternyata maling.

"Setelah itu si sopir sudah selesai memindahkan mobil, langsung masuk ke rumah saya. Dari situ saya langsung tanya si sopir dan saya sangat kaget. Ternyata pas saya tanya, si sopir bukan anaknya, melainkan hanya driver ojol. Saya langsung tanggap bahwa yang tadi mencoba (motor) adalah maling," kata Joko.

"Dan benar motor saya dibawa kabur. Saya sempat mengejar tapi sudah tertinggal," lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, Joko langsung membuat aduan ke kepolisian pada hari itu juga. Adapun kerugiannya mencapai Rp 32 juta. Hingga kini motor tersebut belum ditemukan.

"Saya sudah lapor ke polsek setempat, lapor ke Jatanras Semarang, lapor ke Resmob Semarang," kata Joko.

Dari foto yang diterima detikJateng dari korban, motor PCX itu berwarna hitam. Adapun pelat nomornya H 3658 CME.

Sementara itu Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan ada kejadian tersebut. Pihaknya masih memburu terduga pelaku.

"Njih (iya)," kata Aliet kepada detikJateng melalui pesan singkat, saat ditanya soal apakah polisi masih memburu pelaku.



(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads