Kena Efisiensi, 5 Armada Damkar Semarang 'Diistirahatkan'

Kena Efisiensi, 5 Armada Damkar Semarang 'Diistirahatkan'

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 17 Jul 2026 21:03 WIB
Armada pemadam yang berada di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (17/7/2026).
Armada pemadam yang berada di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (17/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Semarang -

Lima unit armada pemadam milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang terkena efisiensi anggaran. Kondisi ini berdampak pada proses pemadaman kebakaran di wilayah Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, saat ditemui detikJateng di Mako Damkar, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (17/7/2026). Tantri menyebut dari total 15 unit armada, ada lima unit mobil yang terdampak efisiensi anggaran.

"Kita armada kan ada 15 unit. Nah, kemarin ada efisiensi anggaran. Kita yang mendapatkan penganggaran hanya 10 unit. Yang 5 unit itu kita kena efisiensi," jelas Tantri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantri menyebut anggaran yang dibutuhkan per unit armada sekitar Rp 60 juta. Anggaran tersebut meliputi pemeliharaan hingga uji kendaraan bermotor atau KIR.

"Satu unitnya itu sekitar Rp 60-an juta untuk pemeliharaan. Jadi BBM, terus pemeliharaan perawatan, terus kalau ada perpanjangan STNK KIR kan masuk di anggaran Rp 60 juta itu," sebutnya.

ADVERTISEMENT

10 unit armada itu, Tantri memerinci, empat berada di mako pusat dan enam lainnya di pos induk. Dampak dari efisiensi itu adalah jika terjadi kebakaran besar, maka Damkar Kota Semarang kekurangan armada pemadam.

"Misalkan terjadi kejadian kebakaran yang membutuhkan armada banyak itu nanti kita yang kesulitan," katanya.

Seperti halnya saat kebakaran hebat sebuah pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC) di Kecamatan Ngaliyan pada Minggu, 7 Juni 2026 lalu. Tantri menyebut pihaknya mengerahkan delapan unit armada, sementara dua lainnya bersiaga jika terjadi kasus kebakaran lainnya.

"(Pernah kesulitan saat pemadaman imbas lima armada tidak mendapat anggaran?) Kemarin di Kawasan Industri Candi, Mas, yang pabrik kayu itu kita mengarahkan mobil sampai delapan unit ke sana. Kita cadangan dua untuk meng-cover misalkan kalau terjadi kebakaran yang di tempat yang lain," bebernya.

Belum lagi kebakaran yang menghanguskan ratusan kios pada Rabu, 29 April 2026 lalu. Bahkan, Damkar Kota Semarang mendapat bantuan armada pemadam dari sejumlah wilayah.

"Misalkan kayak kemarin yang kejadian di Pasar Kanjengan itu kan memang itu ada support dari Kabupaten Demak sama Kabupaten Semarang. Itu sekitar delapan unit (armada milik Damkar Kota Semarang yang dikerahkan), dua unit harus standby," bebernya.

Terlebih El Nino Godzilla masih berlangsung dan kasus kebakaran di Kota Semarang semakin marak. Per hari ini sejak 1 Juli 2026, Tantri menyebut sudah ada 48 kejadian.

"Jadi mulai bulan Juli ini sudah meningkat (kasus kebakaran di Kota Semarang). Sampai dengan sekarang ini sudah 48 kejadian. Ini masih tanggal 17 ya," sebutnya.

Baru sore tadi, Tantri mengetahui, satu dari 10 armada pemadamnya rusak sehingga tidak dapat digunakan. Kerusakannya di bagian pompa air.

"Ada satu yang rusak, pompanya trouble tadi. Saya mendapat laporan jam 16.48 WIB," ungkapnya.

Sebab itu, Tantri mengungkap pihaknya tengah berupaya agar mendapat anggaran tambahan untuk lima armada tersebut. Dia berharap pada 2027 nanti pihaknya bisa mendapat tambahan cuan untuk kelima mobil tersebut.

"Nanti di 2027 kita tetap kita anggarkan sesuai dengan 15 unit yang ada. Termasuk kita juga mengajukan anggaran untuk penambahan unit armada mobil," pungkasnya.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads