56 Orang Diduga Jadi Korban Penipuan Biro Umrah Carmilla Temanggung

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 05 Jun 2026 17:38 WIB
Kantor biro umrah yang diduga gagal memberangkatkan 56 jemaah umrah di Jalan Pahlawan, Giyanti, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jumat (5/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Temanggung -

Puluhan jemaah menjadi korban penipuan salah satu biro umrah di Kabupaten Temanggung. Sementara ini, ada 56 orang yang disebut batal berangkat.

Informasi ini disampaikan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Temanggung. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Temanggung, Eko Widodo, menuturkan jumlah itu belum valid.

Pasalnya, data itu diperoleh dari perwakilan jemaah yang mendatangi kantor Kemenhaj Temanggung pada April 2026. Mereka juga menceritakan kegagalan berangkat umrah.

"Data valid juga belum ada (jumlah jemaahnya). Kemarin sudah ada yang datang ke sini dua orang atas nama jemaah cerita tentang itu (gagal berangkat umrah)," kata Eko Widodo saat ditemui detikJateng di kantornya, Jumat (5/6/2026).

Setelah datang perwakilan jemaah tersebut, pihaknya menyarankan jemaah untuk menghubungi pemilik biro umrah. Hal senada juga ia lakukan dengan menghubungi pemilik biro umrah tersebut.

"Kemudian kita follow up. Sekarang jenengan (jemaah) hubungi (pemilik biro). Saya juga hubungi. Oke sampai sekian minggu nggak nyambung, nggak nyambung," sambung Eko.

Eko pun menyarankan kepada perwakilan jemaah umrah untuk melaporkan secara resmi kepada Dirjen Pengendalian (Pengawasan) Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah. Nantinya laporan tersebut bakal diteruskan menuju Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta.

"Terus, mendingan (lebih baik) jenengan membuat laporan resmi ditujukan ke Dirjen Pengawasan Haji dan Umrah Kementerian Haji. Ke sini, nanti kita kasih pengantar," tuturnya menirukan ucapannya kepada perwakilan jemaah.

Sampai saat ini, kata Eko, perwakilan jemaah umrah yang gagal berangkat belum melapor secara resmi.

"Sampai hari ini belum membuat laporan ke kementerian, Kementerian Haji dan Umrah Temanggung cuma meneruskan (laporan)," ujar Eko.

Pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta. Kemudian dari pusat meminta untuk membuat laporan.

"Saya sudah komunikasi dengan Kementerian Haji di pusat. Pusat minta laporan biar ditindaklanjuti, tapi laporan baru WA (WhatsApp) sik (baru) wong (Kementerian) aktivitas masih di Saudi," katanya.

Eko menambahkan biro umrah Carmilla Salim Mubarok itu memiliki izin resmi sekitar tahun 2021.

"(Izinnya) Belum dicabut. Resmi (izinnya), betul. Ya memang resmi (tahun 2021). Carmilla itu bagus kok, birone biro apik, itu bukan abal-abal, bukan tipu-tipu lho, ini gek keseklek (apes)," tambahnya.

"Bahwa jemaah 80 sudah berangkat 24, masih 56 yang belum diberangkatkan. Data saya belum ngecek, kalau ngecek di aplikasi situ itu se-kabupaten. (Data jemaah) Per biro bisa, tapi per biro terus rentangnya dalam satu tahun. Nggih, metani (ya harus memperhatikan) satu, satu. Kan harus ada by name siapa yang gagal berangkat. Sehingga angka 80 itu informasi juga dari sana, teman-teman jemaah," ujarnya.

Dari catatannya, dari total 80 jemaah, 24 di antaranya sudah diberangkatkan dan 56 jemaah yang belum diberangkatkan. Kemudian, para jemaah ini mayoritas dari wilayah Kabupaten Temanggung.

"(80 jemaah) 24 (berangkat), masih 56 yang sempat ke kita cerita, kalau nggak cerita nggak tahu. Nek mboten salah (Kalau tidak salah) yang dari Temanggung itu mayoritas, Temanggung 50 atau 40 orang, dari luar (daerah) 10 orang," ujarnya.

Kantor Biro Carmilla Sepi

detikJateng pun mencoba menelusuri diduga biro umrah yang gagal memberangkatkan jemaah tersebut. Adapun namanya Biro Umrah PT Carmilla Salim Mubarok.

Untuk kantor pusat biro umah ini berada di Jalan Pahlawan Ruko ABA No 10, Karangsari, Giyanti, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di kantor tersebut tak terlihat aktivitas sama sekali.

Rolling door tertutup rapat dan terkunci. Selain sebagai kantor, lokasi tersebut juga menyediakan oleh-oleh haji dan umrah.

Di depan rolling dor tersebut ada tempelan spanduk. Yang berbunyi,"Buktikan sesuai Ucapanmu!" Kembalikan Dana Kami. Janganlah Menjadi Pelaku Seolah-olah Menjadi Korban".

Hanya Diantar Sampai Jakarta

Sebagaimana diberitakan, puluhan jemaah umrah yang diberangkatkan dari Kabupaten Temanggung gagal berangkat menuju Arab Saudi. Mereka mengaku hanya diantar sampai Jakarta, menginap di hotel selama berhari-hari, lalu dipulangkan lagi ke Temanggung.

Sebanyak 32 jemaah ini tergabung dalam salah satu biro umrah yang berada di Kabupaten Temanggung milik perempuan berinisial M. Adapun paket umrah yang ditawarkan 12 hari senilai Rp 33,5 juta.

Selain itu, ada paket full puasa Ramadan selama 45 hari sebesar Rp 45 juta. Mereka ini berangkat dari Temanggung pada Jumat (13/2/2026) lalu. Mereka diantar ke Jakarta naik bus. Rencananya mereka hanya transit semalam di Jakarta, lalu terbang ke Tanah Suci pada Sabtu (14/2).

Namun pada hari yang telah dinanti-nanti, para jemaah tak kunjung diterbangkan. Biro umrah tersebut beralasan visa mereka tidak turun, sehingga para jemaah harus bermalam di salah satu hotel dekat bandara selama 9 hari. Setelah itu mereka dipulangkan lagi ke Temanggung.




(apu/ams)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork