Diduga Tewas Dianiaya, Makam Warga Boyolali Dibongkar untuk Autopsi

Diduga Tewas Dianiaya, Makam Warga Boyolali Dibongkar untuk Autopsi

Jarmaji - detikJateng
Jumat, 22 Mei 2026 14:42 WIB
Sat Reskrim Polres Boyolali bersama Biddokkes Polda Jawa Tengah, melakukan ekshumasi makam warga di Boyolali, Jumat (22/5/2026).
Sat Reskrim Polres Boyolali bersama Biddokkes Polda Jawa Tengah, melakukan ekshumasi makam warga di Boyolali, Jumat (22/5/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Polres Boyolali melakukan ekshumasi terhadap makam Bayu Eko Purnomo (43). Jenazah warga Pulisen, Boyolali Kota itu dibongkar untuk dilakukan autopsi karena diduga kematiannya tak wajar.

"Pada hari ini, Jumat tanggal 22 Mei 2026, kami dari Sat Reskrim Polres Boyolali bersama Biddokkes Polda Jawa Tengah, melaksanakan ekshumasi terkait adanya pelaporan dugaan tindak pidana penganiayaan," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, usai ekshumasi di makam Donoloyo, Jembangan, Desa Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jumat (22/5/2026).

Pembongkaran makam Bayu ini dilakukan hari ini yang berlangsung hingga siang hari. Di makam Donoloyo, Jembangan, Desa Banyudono, Kabupaten Boyolali, tempat Bayu dimakamkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah jenazah diangkat, autopsi langsung dilakukan di lokasi oleh Biddokkes Polda Jawa Tengah. Usai autopsi, jenazah Bayu pun dimakamkan kembali.

ADVERTISEMENT

"Saat ini kami masih menunggu hasil dari ekshumasi yang nanti akan dikeluarkan oleh Biddokkes Polda Jawa Tengah," tegasnya.

Terkait kronologi kejadian, Kasat Reskrim menyampaikan hal itu akan disampaikan saat rilis nanti. Saat ini pihaknya masih proses pendalaman terkait dugaan penganiayaan tersebut.

"Sampai dengan saat ini kami masih proses pendalaman terkait dengan dugaan penganiayaan tersebut. Termasuk dengan kami melakukan beberapa serangkaian klarifikasi dan pemeriksaan saksi-saksi," jelas dia.

Sebelum meninggal dunia di rumah sakit, Bayu diketahui sempat terlibat perkelahian dengan seorang pria lain, di taman belakang rumah dinas Bupati Boyolali. Perkelahian itu pun sempat terekam CCTV di lokasi tersebut.

Kasat Reskrim juga membenarkan, bahwa kejadian dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh pihak korban tersebut, yang terjadi di taman belakang rumah dinas Bupati.

"Iya betul. Jadi, yang dilaporkan adalah terkait adanya dugaan penganiayaan yang terjadi di taman belakang rumah dinas Bupati," imbuhnya.

Terkait dugaan pelaku atau tersangka? Kasat Reskrim menyatakan sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya masih menunggu hasil dari eksumasi.

Sedangkan kuasa hukum keluarga korban, Budi Sularyono, mengatakan kasus ini segera ditindaklanjuti oleh Polres Boyolali. Orang tua korban menduga kematian anaknya tersebut berkaitan dengan penganiayaan yang dilakukan terduga pelaku.

Dijelaskan Budi, dugaan penganiayaan itu terjadi tangga 5 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah kejadian, korban sempat ke Polres Boyolali untuk melaporkan kejadian itu.

"Beliau (korban) masih mengendarai sepeda lapor ke polisi di Polsek (Kota), kemudian Polsek minta di Polres. Kemudian menurut keterangan dari keluarga korban, di Polres beliau merasa sakit, sesak. Terus dibawa oleh pihak Polres ke Rumah Sakit Indriati dan beliau setengah jam kemudian meninggal. Tanggal 5 April, kejadiannya pukul 17.00 WIB, dinyatakan meninggal ini pukul 19.00 WIB," terangnya.

Budi menyatakan, saat ini pihaknya juga menunggu hasil autopsi dengan Biddokkes Polda Jateng itu. Namun dari keterangan keluarga korban, bahwa almarhum Bayu tidak memiliki riwayat penyakit jantung.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads