Kereta Api (KA) Batara Kresna berhenti mendadak di perlintasan Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo. Hal itu terjadi lantaran ada mobil HRV yang parkir terlalu mepet ke rel.
Pantauan detikJateng, KA Batara Kresna berhenti di kawasan Kampung Batik Kauman sekira pukul 10.12 WIB tadi. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi pun bergegas mendorong mobil Honda HRV berwarna putih itu.
Enam orang yang terdiri dari Babinsa, satpam, dan warga sekitar berusaha mendorong mobil tersebut. Namun, upaya mereka gagal lantaran mobil itu dalam kondisi handrem (rem tangan) diaktifkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pedagang di kawasan tersebut, Dimas (33) mengatakan Kereta Api Batara Kresna itu sempat berhenti selama 10 menit. Pemilik mobil sempat dicari namun tidak ketemu.
"Sempat berhenti (keretanya), karena ada mobil yang terlalu maju, menjorok," kata dia di lokasi, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, bagian depan mobil melewati batas yang berada di trotoar. Saat itu juru parkir belum tiba di lokasi.
"Tukang parkirnya belum datang, mobilnya sempat didorong tapi di-handbrake (rem tangan). Diangkat, enggak bisa juga," tuturnya.
Dimas mengatakan, beruntung masinis bersabar dan menghentikan kereta secara penuh.
"Belum sempat kena (tertabrak), kereta sempat berhenti. Itu biasanya kalau masinisnya nekat langsung diterabas. Tapi ini enggak, sempat berhenti," ujar Dimas.
Tak berselang lama, pemilik mobil yang seorang perempuan itu turun dari sebuah kafe yang berada di depan mobil. Setelah menyadari mobilnya menghalangi jalannya kereta, pemilik kendaraan langsung turun dengan tergesa.
"Tapi saya tahu nongolnya itu dari atas sini. Kafe ini, turun kan yang punya mobil itu, terus dimundurin, jalan lagi," tambahnya.
Setelah mobil dimundurkan di belakang garis kuning aman, kereta pun akhirnya bisa kembali melanjutkan perjalanan.
Dimas mengatakan kejadian mobil parkir sembarangan hingga mengganggu jalannya kereta di lokasi tersebut bukan baru pertama terjadi.
Dimas membeberkan bahwa insiden seperti ini sudah sering terjadi, terutama di jam-jam rawan saat petugas parkir belum berjaga.
"Sering, sering banget. Parkir sendiri, tukang parkir belum datang. Seringnya jam segini," kata Dimas.
Menurutnya, jika petugas parkir sudah berjaga di lokasi, kendaraan dipastikan aman dan tidak akan melebihi garis kuning pembatas.
"Kalau tukang parkirnya datang, pasti enggak ada kejadian kayak gini. Nggak melebihi yang garis kuning itu. Tukang parkir pasti tahu semua (batas aman). Ini karena kemungkinan enggak ada tukang parkirnya, cuma itu aja," pungkasnya.
