Viral Pekerja Tempat Fitnes Semarang Dianiaya Atasan

Viral Pekerja Tempat Fitnes Semarang Dianiaya Atasan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 05 Mei 2026 17:04 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan. Foto: Edi Wahyono
Semarang -

Dugaan kasus kekerasan terjadi di tempat pusat kebugaran (gym) di Kota Semarang. Seorang pekerja di pusat kebugaran tersebut diduga mendapat kekerasan dari atasannya.

Informasi itu viral di media sosial usai diunggah akun X @hspkhm2589. Tampak korban tengah mendapat pemeriksaan medis.

"PELAKU LEADER SENDIRI. ga nyangka, tempat yang harusnya cari nafkah, jadi tempat si A dapet tamparan & jambakan," tulis akun @hspkhm2589, dikutip pada Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akun itu menyebut, korban mendapat perlakuan kekerasan dari pimpinannya di pusat kebugaran tersebut. Korban disebut sudah visum dan sempat menangis saat mendapat perlakuan itu.

ADVERTISEMENT

"(Kekerasan) Dari siapa? Dari leader yang harusnya ngemong tim. Perkara korban (inisial A) bikin story tentang kerjaan, pelaku kesinggung dan ga terima," tulis unggahan itu.

"Kejadian langsung di tempat kerja, pelaku (inisial N) langsung jambak rambut korban+nampar+mukul+cekik leher," lanjutnya.

Korban disebut sudah melakukan pelaporan di pihak kepolisian. Hingga kini terduga pelaku disebut masih bekerja seperti biasa.

Saat dimintai konfirmasi, Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti membenarkan adanya pelaporan tersebut. Ia mengatakan, korban sudah melapor pada Kamis (30/4) lalu.

"Iya ini barusan kami terima pelimpahannya. Korban lapor sekitar, kalau kami lihat tanggal 30 April," kata Sriniti saat dihubungi detikJateng, Selasa (5/5/2026).

Sriniti mengatakan, korban saat melapor sudah dimintai keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Satreskrim Polrestabes Semarang. Ia menyebut, korban melaporkan seseorang berinisial NY.

"Di sini identitasnya belum jelas. Nanti kita lakukan pendalaman lebih lanjut dari saksi-saksinya," ucapnya.

Ia menyebut, korban melaporkan NY atas dugaan kekerasan. Namun hal itu nantinya akan diklarifikasi oleh pihak kepolisian dalam pemeriksaan yang akan dilakukan.

"Memang (dari pemeriksaan awal) ada kekerasan fisik seperti menjambak, mencekik, memukul. Nanti akan ada pemeriksaan, mencatat identitas, saksi, lihat CCTV. Nanti kan ada undangan untuk para saksi untuk pendalaman penyelidikannya," pungkasnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads