Seorang peserta perempuan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, inisial M, diciduk pada hari pertama ujian yang berlangsung di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang karena diduga menggunakan alat bantu dengar di telinganya. Polisi menyebut alat komunikasi itu diduga palsu, di mana si peserta mendapatkannya di sebuah hotel di Semarang dan belum membayar penjualnya.
Hal tersebut disampaikan Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani. Dia menyebut peserta tersebut mendapat alat komunikasi yang diduga palsu itu dari seseorang di sebuah hotel di Semarang.
"(Dapat alatnya dari mana?) Dari seseorang. Ketemunya di hotel di Semarang waktu dia nginep gitu, tapi tertutup semua katanya gitu dia gak tau mukanya," jelas Tyas, sapaan akrabnya, saat dihubungi detikJateng, Rabu (22/4/2026).
"(Transaksi alat tersebut?) Katanya belum bayar. (Tahu adanya jasa tersebut dari mana?) Karena kan mungkin dia pengin lulus gimana caranya, nggak bilang sama orang tuanya. Mungkin dapat info dari temannya atau mungkin dari media sosial," jelas Tyas.
Alat Diduga Palsu
Tyas menerangkan peserta yang diduga curang itu diarahkan seseorang yang memberi alat tersebut untuk dipakai.
"Katanya suruh langsung pakai aja," papar Tyas.
Tyas menjelaskan, alat komunikasi tersebut tidak memiliki speaker. Dia menduga alat tersebut palsu.
"(Alat komunikasi tersebut) Nggak ada speakernya. Mungkin pemikiran kita, mungkin dia juga ditipu, kan bisa juga. 'Pakai alat ini gini-gini'. Nanti mungkin dia diiming-imingi, nanti bisa membantu pada saat ujian," terangnya.
Tyas menjelaskan, alat berupa handsfree tersebut harusnya memiliki speaker untuk komunikasi dengan seseorang yang bisa membantu saat ujian.
"Kalau handsfree kan harusnya ada speakernya biar biar kita bisa komunikasi dengan yang mengaku bisa membantu. Mikrofon yang di telinga itu tapi nggak ada speaker. Terus cara kerjanya gimana?" jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Heru Susanto mengatakan, temuan kecurangan itu terjadi di tes UTBK SNBT Undip di Kampus Tembalang, Selasa (21/4), yang dikhususkan untuk calon mahasiswa yang mendaftar ke Fakultas Kedokteran.
"Temuan hanya satu itu. (Peserta itu fakultas apa?) Kalau hari ini memang dikhususkan untuk peserta-peserta yang mendaftar di kedokteran dan kedokteran gigi," kata Heru saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4).
Heru menjelaskan, penggunaan alat bantu elektronik di telinga itu ditemukan saat peserta tersebut melewati skrining metal detector yang disiapkan Undip sebelum tes dimulai.
"Pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal. Karena kebetulan peserta ini perempuan, kita mengundang panitia perempuan juga melakukan pemeriksaan," ungkap dia.
Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan metal di pakaian dan telinga peserta tersebut. Saat diinterogasi, peserta itu mengakui bahwa alat batu elektronik yang dipasang di telinganya untuk membantu mengerjakan UTBK SNBT.
"Karena yang bersangkutan tidak mau menginformasikan secara lengkap, tentu kami tidak bisa menjelaskan sebenarnya itu alat mekanismenya seperti apa. Tetapi yang bersangkutan mengakui alat itu dipasang dalam rangka untuk pelaksanaan ujian," ujarnya.
(apu/ahr)