Setelah menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit selama 25 hari, korban gigitan ular weling di Tasikmalaya akhirnya meninggal dunia.
Dilansir detikJabar, korban merupakan seorang bocah berinisial DK (12), warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Tasikmalaya.
Korban meninggal di salah satu rumah sakit di Bandung pada Rabu (22/4) kemarin. Camat Padakembang, Dadan, mengatakan jenazah korban telah dimakamkan pada Rabu malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah korban, Andis Kuswara, mengatakan anaknya sempat dirawat di rumah sakit swasta di Bandung setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD KHZ Musthafa. Ia menyebut kondisi anaknya sempat menunjukkan perbaikan pada Senin (20/4) hingga Selasa (21/4).
"Senin dan Selasa sempat membaik, bahkan minta pulang ke Tasik," kata Andis.
Korban sempat menggunakan alat bantu pernapasan selama dirawat. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti apakah korban mendapatkan antibisa selama dirawat di Bandung.
"Kalau soal antibisa saya tidak tahu. Tapi memang sempat ada perbaikan. Rabu pagi saya dikabari kondisi anak saya menurun dan akhirnya meninggal," ujar Andis.
Diketahui, DK dipatuk ular weling saat tidur di lantai rumah bersama ibunya pada Maret lalu. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit selama total 25 hari.
Andis mengatakan, ular weling yang menggigit anaknya telah ditangkap warga dan dibunuh. Ular itu panjangnya sekitar 1,5 meter dengan ukuran tubuh sebesar jempol kaki.
