Bawa Peti Mati, Nasabah PD BKK Klaten Geruduk Pemkab

Bawa Peti Mati, Nasabah PD BKK Klaten Geruduk Pemkab

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 23 Apr 2026 12:25 WIB
Aksi damai nasabah PD BKK Klaten di Pemkab Klaten.
Aksi damai nasabah PD BKK Klaten di Pemkab Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng.
Klaten -

Massa nasabah PD BKK Klaten mendatangi kompleks Pemkab Klaten sembari membawa peti mati pagi ini. Mereka menuntut kejelasan dan pengembalian dana tabungan mereka yang tidak jelas.

Aksi damai tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Nasabah dari berbagai daerah berdatangan sendiri maupun berombongan dengan kendaraan.

Massa berkumpul di belakang kompleks Pemkab di sekitar Kantor Dukcapil. Mereka kemudian bergerak dengan membawa berbagai spanduk dan poster.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti 'Segera cairkan tabungan kami', 'Kami butuh bukti bukan janji', 'Pak Gubernur dan Mas Bupati kembalikan uang kami', dan lainnya. Massa juga membawa peti mati putih bertuliskan 'Matinya Keadilan'.

Peti mati itu diletakkan di atas papan nama DPRD Kabupaten Klaten. Massa berorasi dengan dijaga oleh Satpol PP dan personel Polres Klaten dipimpin langsung Kapolres AKBP M Faruk Rozi.

ADVERTISEMENT

"Harapan kami cuma satu. Uang kami kembali 100 persen," kata Ketua Paguyuban Nasabah, Purwanto kepada awak media, Kamis (23/4/2026) siang.

Aksi damai nasabah PD BKK Klaten di Pemkab Klaten.Aksi damai nasabah PD BKK Klaten di Pemkab Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Purwanto mengatakan, nasib tabungan ribuan nasabah tidak jelas di mana dan kapan dikembalikan sejak operasional PD BKK Klaten berhenti. Nasabah sudah beraudiensi kemana-mana tapi tidak jelas hasilnya.

"Sampai saat ini belum ada tanggapan, kejelasan sama sekali. Ya kami kecewa, " ujar Purwanto.

Ketua Ikatan Alumni PMII Klaten, M Nuryadin Edy Purnomo, menyatakan peserta aksi damai datang dari berbagai wilayah. Tujuannya meminta dana dikembalikan.

"Kita menuntut uang nasabah dikembalikan sepenuhnya. Kedua, kita meminta dilakukan audit investigasi untuk mengetahui dananya berada di mana," jelas Nuryadin.

Menurut Nuryadin, jumlah nasabah yang tercatat di pendampingan IKA PMII sekitar 700 orang dengan nilai sekitar Rp 13 miliar. Itu hanya bagian kecil dari jumlah nasabah yang mencapai 6.000 orang lebih.

"Dari data yang disampaikan ke kami ada 6.800-an nasabah dengan total dana Rp 152 miliar. Yang di posko kita ada 762 nasabah dengan nilai Rp 13 miliar," kata Nuryadin.

Massa setelah berorasi tidak langsung pulang. Mereka melanjutkan aksi dengan menempelkan poster dan spanduk di kompleks Pemkab Klaten.

Massa kemudian menggelar doa, zikir, dan tahlil di pendopo. Massa hanya ditemui Pj Sekda Klaten, Joko Purwanto, para asisten dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Klaten. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan DPRD tidak tampak hadir. Situasi sempat memanas setelah zikir dan tahlil karena massa menuntut uang segera kembali.

Plt Sekda Klaten, Joko Purwanto, menjelaskan Pemkab Klaten juga berkomitmen menyelesaikan persoalan-persoalan dana nasabah. Pemkab sudah berdiskusi dengan IKA PMII dan Pemprov Jateng untuk menyelesaikan.

"Kita sudah konsultasi juga ke provinsi karena sahamnya ada dari provinsi dan Pemkab. Regulasi juga begitu, hasil hari ini akan kita update untuk koordinasi," kata Joko Purwanto kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Klaten menutup operasionalnya. Penutupan itu membuat para nasabah bingung, sebab sebelumnya tak ada sosialisasi.

Di kantor pusatnya yang berada di jalan Klaten-Jatinom, Kecamatan Ngawen, Klaten, pintu kantor dikunci rapat. Di kantor berlantai dua itu sama sekali tidak ada aktivitas.

Di pintu terali besinya terpasang selembar kertas pengumuman yang dibuat direksi. Pengumuman itu berisi informasi bahwa sejak 19 Juni 2025 BKK Klaten menyetop operasinya sementara waktu.

"Kepada semua nasabah kami beritahukan bahwa operasional PD BKK KLATEN dihentikan sementara waktu mulai tanggal 19 juni 2025 hingga waktu yang tidak ditentukan sambil menunggu keputusan Pemegang Saham (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten)", tulis pengumuman itu.

Nasabah PD BKK warga Kecamatan Kemalang, Wuryanto, mengatakan penutupan itu membuat bingung. Warga yang menjadi nasabah berkumpul saling bertanya.

"Kemarin warga kumpul ya mereka bertanya-tanya. Mestinya penutupan itu ada sosialisasi, penjelasan, atau diberi call center untuk masyarakat meminta informasi, bukan cuma pengumuman tutup," ungkap Wuryanto kepada detikJateng saat itu.

Apalagi, sambung Wuryanto, banyak warga Kecamatan Kemalang yang menjadi nasabah. Mulai dari warga sampai lembaga-lembaga kemasyarakatan.

"Nasabahnya di sini banyak, ada warga perorangan, koperasi dan lembaga. Bahkan informasinya ada yang dananya sampai Rp 700 juta," jelas Wuryanto.

Konfirmasi Pemkab Klaten

Kabag Perekonomian Pemkab Klaten, Tommy Sila Aditama membenarkan penutupan operasional PD BKK Klaten tersebut. Dia sendiri belum tahu BKK Klaten akan ditutup sampai kapan.

Tommy menyampaikan, akibat penutupan ada beberapa warga nasabah yang datang ke Bagian Perekonomian Pemkab Klaten. Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads