Ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan akhirnya disetop sementara. Dinas Kesehatan Demak kemudian menjelaskan sederet hasil temuannya.
Penjelasan Puskesmas Kebonagung
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, membenarkan pihaknya sempat merawat sejumlah pasien yang diduga keracunan MBG.
"Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, mutah, pusing. Puskesmas (merawat) lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang, sehingga hanya rawat jalan," kata Arief saat ditemui detikJateng di Puskesmas Kebonagung, Minggu (19/4/2026).
Selain dirawat di Puskesmas Kebonagung, Arief menyebut ada penerima manfaat MBG lain yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
"Yang lain rujuk ke tiga rumah sakit, yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen," ujar Arief.
Dari data yang diterima Arief, tercatat ada ratusan orang yang diduga menjadi korban keracunan MBG di Pilangwetan. Mereka terdiri dari para santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan kelompok B3 (bumil, busui, balita).
"Ponpes Bustanul Quran jumlah 68 orang terdiri dari 33 orang berobat jalan di ponpes, rujuk di dua RS PKU Gubug 23 orang dan Getas Pendowo 12 orang," ungkap Arief.
"Ponpes Asnawiyah 97 orang, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk di Getas Pendowo dan PKU gubug 6 orang," lanjutnya.
Selain itu, Arief menuturkan ada 10 orang korban dari Ponpes Hidayatul Mubtadiin yang diobati di ponpes dan lima korban dari Ponpes Al Maarif dengan rincian satu orang dirujuk ke RS PKU Gubug dan empat orang mendapat rawat jalan.
Satu orang dari MI Yosua dan satu orang dari Ponpes Nurul Sakinah juga dirawat di RS PKU Gubug. Sedangkan dari kelompok B3, Arief mengungkapkan ada lima orang korban.
"B3 korban lima orang, rujuk PKU gubuk 1 orang, 4 berobat di puskesmas dan sudah rawat jalan," ungkap Arief.
SPPG Disegel Garis Polisi
Pantauan detikJateng kemarin, bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan dipasangi garis polisi. Operasional SPPG itu disetop sementara.
SPPG yang disegel tersebut milik Yayasan Khidmatul Ummah Madani. Garis polisi sudah terpasang di gerbang dan pintu masuk utama dapur MBG itu. Tidak terlihat aktivitas memasak di SPPG tersebut. Pihak SPPG kemarin belum bisa diwawancara.
Penjelasan Korwil SPPG Demak
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin mengatakan operasional dapur MBG ini dihentikan sementara akibat adanya penerima manfaat MBG yang diduga keracunan.
"Betul, ditutup sampai ada surat lagi," Kata Muzani saat ditemui di SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Minggu (18/4/2026).
Muzani menjelaskan, menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan itu merupakan menu yang didistribusikan pada Sabtu (18/4).
Menurut Muzani, SPPG ini pada Sabtu (18/4) mendistribusikan total 1.484 porsi MBG dengan penerima manfaat anak sekolah dan B3 (ibu hamil, ibu menyusui, balita). Menurutnya, gejala diduga keracunan MBG ini terjadi di empat sekolah.
"Yang saat ini terjadi kejadian menonjol ada di wilayah Pilang Wetan yaitu ada di MA Yasua, kemudian MTS Yasua, kemudian SMPS IT Hidayatul Mubtadiin sama MA Hidayatul Mubtadiin," jelas Muzani.
Muzani menjelaskan, pada Sabtu (18/4), empat sekolah tersebut total mendapatkan 550 porsi MBG. Dari jumlah tersebut, ada 110 anak yang mengalami gejala keracunan.
"Jadi empat sekolah ini itu totalnya 550 (porsi), tetapi yang kena gejala ada 110 (orang), yang masuk, dibawa ke rumah sakit itu 95 (orang)," ungkap Muzani.
Menu Nasi Goreng-Acar
Korwil SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin, mengatakan menu yang disajikan oleh SPPG tersebut pada Sabtu (18/4) lalu di antaranya nasi goreng, buah, dan susu.
"Menu yang dibagikan kemarin itu ada nasi goreng, kemudian ada telur ceplok, tahu goreng, acar timun wortel. Buahnya ada buah jeruk dan ada susu," kata Muzani di SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Minggu (18/4/2026).
Muzani menjelaskan, SPPG ini rutin secara bertahap mengirimkan sebanyak 1.484 porsi MBG ke sejumlah desa. Selain di Desa Pilangwetan, menurut dia, tidak ada keluhan soal keracunan di Desa Prigi dan Desa Solowire.
"Ada tiga tahap pengiriman. Yang pertama dikirimkan di Desa Prigi sama Desa Solowire, Kebonagung. Itu tidak ada komplain, tidak ada komplain apapun, tidak ada masalah apapun," ungkap Muzani.
(dil/dil)