MBG Nasi Goreng-Acar Diduga Bikin Ratusan Santri Demak Keracunan

Regional

MBG Nasi Goreng-Acar Diduga Bikin Ratusan Santri Demak Keracunan

Ardian Dwi Kurnia - detikJogja
Minggu, 19 Apr 2026 17:39 WIB
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG. Foto: Edi Wahyono
Demak -

Ratusan santri diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak. Berikut ini menu MBG yang disajikan.

Dilansir detikJateng, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin, mengatakan menu yang disajikan oleh SPPG tersebut pada Sabtu (18/4) di antaranya nasi goreng, buah, dan susu.

"Menu yang dibagikan kemarin itu ada nasi goreng, kemudian ada telur ceplok, tahu goreng, acar timun wortel. Buahnya ada buah jeruk dan ada susu," kata Muzani saat ditemui detikJateng di SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Minggu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, SPPG ini rutin mengirimkan sebanyak 1.484 porsi MBG ke sejumlah desa. Selain di Desa Pilangwetan, menurut dia, tidak ada keluhan soal keracunan di Desa Prigi dan Desa Solowire.

"Ada tiga tahap pengiriman. Yang pertama dikirimkan di Desa Prigi sama Desa Solowire, Kebonagung. Itu tidak ada komplain, tidak ada komplain apapun, tidak ada masalah apapun," ungkap Muzani.

ADVERTISEMENT

Di Desa Pilangwetan, Muzani mengatakan, tidak semua sekolah yang mendapat MBG dari SPPG tersebut mengalami gejala keracunan.

"Kemudian yang didistribusikan ke wilayah Pilangwetan juga ada beberapa sekolah yang tidak mengalami hal yang serupa seperti ini," ujar Muzani.

"Cuma di wilayah tadi, di sekolah MA sama MTS Yasua dan juga SMPS IT dan MA Hidayatul Mubtadiin tadi yang ada keluhan sakit perut sama mulas seperti itu. Kejadian itu diketahui baru tadi pagi," sambungnya.

Muzani menyampaikan, empat sekolah itu total mendapatkan 550 porsi MBG. Dari jumlah tersebut, terdapat 110 anak yang mengalami gejala keracunan.

"Jadi empat sekolah ini itu totalnya 550 (porsi), tetapi yang kena gejala ada 110 (orang), yang masuk, dibawa ke rumah sakit itu 95 (orang)," beber Muzani.

Selain untuk santri, menu nasi goreng, telur ceplok, tahu goreng, acar timun wortel, buah jeruk dan susu itu juga diberikan ke penerima manfaat golongan B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

"Sama semua (menu untuk santri dan B3)," ucap Muzan.

Penjelasan Puskesmas Kebonagung

Diberitakan detikJateng sebelumnya, ratusan orang di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada Sabtu (18/4/2026). Mereka dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan membenarkan pihaknya sempat merawat sejumlah pasien yang diduga keracunan MBG.

"Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, mutah, pusing. Puskesmas itu (merawat) lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang, sehingga hanya rawat jalan," kata Arief saat ditemui detikJateng di Puskesmas Kebonagung, Minggu (19/4/2026).

Selain dirawat di Puskesmas Kebonagung, Arief menyebut ada penerima manfaat MBG lain yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

"Yang lain itu rujuk berapa rumah sakit, tiga rumah sakit yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen," ungkap Arief.

Dari data yang diterima Arief, tercatat ada ratusan orang yang diduga menjadi korban keracunan MBG di Pilangwetan. Mereka terdiri dari para santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan kelompok B3 (bumil, busui, balita).

"Ponpes Bustanul Quran jumlah 68 orang terdiri dari 33 orang berobat jalan di ponpes, rujuk di dua RS PKU Gubug 23 orang dan Getas Pendowo 12 orang," ungkap Arief.

"Ponpes Asnawiyah 97 orang, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk di Getas Pendowo dan PKU gubug 6 orang," lanjutnya.

Selain itu, Arief menuturkan ada 10 orang korban dari Ponpes Hidayatul Mubtadiin yang diobati di ponpes dan lima korban dari Ponpes Al Maarif dengan rincian satu orang dirujuk ke RS PKU Gubug dan empat orang rawat jalan.

Satu orang dari MI Yosua dan satu orang dari Ponpes Nurul Sakinah juga dirawat di RS PKU Gubug. Sedangkan dari kelompok B3, Arief mengungkapkan ada lima orang korban.

"B3 korban lima orang, rujuk PKU gubuk 1 orang, 4 berobat di puskesmas dan sudah rawat jalan," ungkap Arief.

SPPG Digaris Polisi

Imbasnya, bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan dipasangi garis polisi. Operasional SPPG itu disetop sementara.

Pantauan detikJateng di lokasi, SPPG yang disegel tersebut dimiliki oleh Yayasan Khidmatul Ummah Madani. Garis polisi sudah terpasang di gerbang dan pintu masuk utama dapur MBG itu.

Siang tadi, gerbang SPPG tersebut terlihat dibuka setengah. Terdapat dua mobil MBG terparkir di halaman dalam dan di depan SPPG itu. Tidak terlihat aktivitas memasak di SPPG tersebut. Namun tampak sejumlah perempuan di halaman SPPG, mereka sedang duduk beralas terpal.

Korwil SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin mengatakan operasional dapur MBG ini dihentikan sementara akibat adanya penerima manfaat MBG yang diduga keracunan.

"Betul, ditutup sampai ada surat lagi," Kata Muzani saat ditemui detikJateng di SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Minggu (18/4/2026).

Muzani menjelaskan, menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan itu merupakan menu yang didistribusikan pada Sabtu (18/4) kemarin.

"Menu yang hari ini terjadi KLB (kejadian luar biasa), terjadi kejadian menonjol, ini adalah menu yang didistribusikan hari Sabtu tanggal 18 April 2026," ujar Muzani.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan Menu MBG "
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads