Seorang pria FA berusia 34 tahun warga Desa Jati Kulon Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tewas di tangan ayah kandungnya sendiri. Korban tewas usai ditikam pisau di dadanya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (24/9) menjelang tengah malam. Polisi segera menangkap (TG) yang telah tega membunuh anak kandungnya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detik-detik Pembunuhan
Kapolsek Jati, AKP Subkhan mengatakan warga di sekitar lokasi melihat TG pulang ke rumah dengan membawa senjata tajam jenis pisau.
"Tak lama berselang, korban FA datang dalam kondisi yang diduga dipengaruhi minuman keras," jelas dia, Jumat (25/9/2026).
Tak lama kemudian terdengar suara keributan. FA kemudian keluar dari rumah dalam kondisi terluka parah.
"FA mengaku ditusuk oleh ayah kandungnya, selanjutnya dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan," terang dia.
Menurutnya akibat kejadian ini korban mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri bawah. Jenazah korban kemudian menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian. Polisi pun melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
"Polisi kemudian mengamankan TG untuk menjalani pemeriksaan. Senjata tajam yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut juga diamankan sebagai barang bukti," jelas Subkhan.
Cekcok Tiap Malam
Cekcok antara TG dengan FA memang kerap terjadi. Ayah dan anak itu memang tinggal serumah.
Kepala Desa Jati Kulon, Hery Supriyanto bahwa korban dengan tersangka ini tinggal dalam satu rumah. Korban merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tiga saudara korban telah tinggal di tempat yang berbeda. Sedangkan ibu korban telah lama meninggal dunia.
Dijelaskan korban dengan ayahnya sering cekcok. Terutama saat korban pulang larut malam ke rumah.
"Setiap pulang malam hari selalu cekcok dengan ayahnya," terang Hery saat dihubungi.
Pelaku Kesal Kerap Dianiaya
Kapolsek Jati, AKP Subkhan menjelaskan hasil pemeriksaan bahwa tersangka ini merasa kesal terhadap korban yang tidak lain anak kandungnya sendiri. Tersangka geram karena korban sering pulang dalam kondisi mabuk dipengaruhi minuman keras.
Tak hanya itu, korban juga sering menganiaya orang tuanya sendiri. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka tusuk di bagian dada.
"Ayahnya sudah jengah dengan perilaku anaknya yang sering mabuk dan memukulinya," jelas dia.
"Luka tusuk di bagian dada, korban kemudian dibawa ke rumah sakit, setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit korban meninggal dunia," dia melanjutkan.
Subkhan mengatakan polisi menangani kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara profesional. "Penyidikan mendalami seluruh rangkaian kejadian. Penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," Subkhan melanjutkan.
