SPPG Pilangwetan Demak Digaris Polisi Imbas Ratusan Santri Keracunan MBG

SPPG Pilangwetan Demak Digaris Polisi Imbas Ratusan Santri Keracunan MBG

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 19 Apr 2026 16:33 WIB
SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kebonagung, Demak, disegel garis polisi, Minggu (19/4/2026), usai ratusan santri diduga keracunan MBG.
SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kebonagung, Demak, disegel garis polisi, Minggu (19/4/2026), usai ratusan santri diduga keracunan MBG. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbasnya, bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan dipasangi garis polisi. Operasional SPPG itu disetop sementara.

Pantauan detikJateng di lokasi, SPPG yang disegel tersebut dimiliki oleh Yayasan Khidmatul Ummah Madani. Garis polisi sudah terpasang di gerbang dan pintu masuk utama dapur MBG itu.

Siang ini, gerbang SPPG tersebut terlihat dibuka setengah. Terdapat dua mobil MBG terparkir di halaman dalam dan di depan SPPG itu. Tidak terlihat aktivitas memasak di SPPG tersebut. Namun tampak sejumlah perempuan di halaman SPPG, mereka sedang duduk beralas terpal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin mengatakan operasional dapur MBG ini dihentikan sementara akibat adanya penerima manfaat MBG yang diduga keracunan.

"Betul, ditutup sampai ada surat lagi," Kata Muzani saat ditemui detikJateng di SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Minggu (18/4/2026).

ADVERTISEMENT

Muzani menjelaskan, menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan itu merupakan menu yang didistribusikan padaa Sabtu (18/4) kemarin.

"Menu yang hari ini terjadi KLB (kejadian luar biasa), terjadi kejadian menonjol, ini adalah menu yang didistribusikan hari Sabtu tanggal 18 April 2026," ujar Muzani.

Menurut Muzani, SPPG ini kemarin mendistribusikan total 1.484 porsi MBG dengan penerima manfaat anak sekolah dan B3 (ibu hamil, ibu menyusui, balita). Menurutnya, gejala diduga keracunan MBG ini terjadi di empat sekolah.

"Yang saat ini terjadi kejadian menonjol ada di wilayah Pilang Wetan yaitu ada di MA Yasua, kemudian MTS Yasua, kemudian SMPS IT Hidayatul Mubtadiin sama MA Hidayatul Mubtadiin," jelas Muzani.

Muzani menjelaskan, kemarin, empat sekolah tersebut total mendapatkan 550 porsi MBG. Dari jumlah tersebut, ada 110 anak yang mengalami gejala keracunan.

"Jadi empat sekolah ini itu totalnya 550 (porsi), tetapi yang kena gejala ada 110 (orang), yang masuk, dibawa ke rumah sakit itu 95 (orang)," ungkap Muzani.

Penjelasan Puskesmas Kebonagung

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada Sabtu (18/4/2026). Mereka dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan membenarkan pihaknya sempat merawat sejumlah pasien yang diduga keracunan MBG.

"Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, mutah, pusing. Puskesmas itu (merawat) lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang, sehingga hanya rawat jalan," kata Arief saat ditemui detikJateng di Puskesmas Kebonagung, Minggu (19/4/2026).

Selain dirawat di Puskesmas Kebonagung, Arief menyebut ada penerima manfaat MBG lain yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

"Yang lain itu rujuk berapa rumah sakit, tiga rumah sakit yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen," ungkap Arief.

Dari data yang diterima Arief, tercatat ada ratusan orang yang diduga menjadi korban keracunan MBG di Pilangwetan. Mereka terdiri dari para santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan kelompok B3 (bumil, busui, balita).

"Ponpes Bustanul Quran jumlah 68 orang terdiri dari 33 orang berobat jalan di ponpes, rujuk di dua RS PKU Gubug 23 orang dan Getas Pendowo 12 orang," ungkap Arief.

"Ponpes Asnawiyah 97 orang, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk di Getas Pendowo dan PKU gubug 6 orang," lanjutnya.

Selain itu, Arief menuturkan ada 10 orang korban dari Ponpes Hidayatul Mubtadiin yang diobati di ponpes dan lima korban dari Ponpes Al Maarif dengan rincian satu orang dirujuk ke RS PKU Gubug dan empat orang rawat jalan.

Satu orang dari MI Yosua dan satu orang dari Ponpes Nurul Sakinah juga dirawat di RS PKU Gubug. Sedangkan dari kelompok B3, Arief mengungkapkan ada lima orang korban.

"B3 korban lima orang, rujuk PKU gubuk 1 orang, 4 berobat di puskesmas dan sudah rawat jalan," ungkap Arief.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads